Seputar Blockchain #2 — Harry Yeh dan Ferdinando Ametrano

Yuha… dalam artikel seputar blockchain hari ini, kita akan memperkenalkan dua tokoh yg cukup berpengaruh dalam industri blockchain yg diwancana oleh Stephen Taylor dibawah sponsor EtherCamp. Yap… dimulai dengan Harry Yeh, beliau merupakan managing partnernya Binary Financial (US Based) yakni sebuah perusahaan yang memanajemenkan dana investasi dari para klien dan rakan kongsi dalam industri cryptocurrency. Binary Financial juga merupakan salah satu broker finansial cryptografik terbesar, misalnya jika seseorang hendak membeli Bitcoin/ Ethereum dalam skala besar seperti contoh: 5juta sampai 10juta dollar, mereka dapat datang kepada mereka.

Lumayan menarik bahwanya latar belakang Harry Yeh berasal dari software engineering namun demikian, dia mempunyai banyak sahabat dan koneksi yg bekerja dalam bidang finansial. Kemudian di tahun 2008, Harry Yeh mulai menceburi bidang hedge fund (pengelola investasi global) dan giat aktif melakukan trading forex dan option, akan tetapi… sayangnya pada saat itu krisis ekonomi mulai melanda dunia. Seterusnya… minatnya terhadap teknologi blockchain dan bitcoin mulai terpupuk pada tahun 2013 ketika dia mendapat tau melalui postingan facebook pertemanannya, dimana pada saat itu 1 Bitcoin bernilai $60. Menurut pandangan Harry, Bitcoin merupakan satu satunya crypto yang paling matang jika dibandingkan dengan cryptocurrency lainnya saat ini, tapi pada waktu yg bersamaan cukup menarik karna banyak app coin lainnya yg mulai hadir (Ethereum, Zcash, Litecoin) dengan inovasi teknologi mereka yg tersendiri.

Dikarenakan adanya inovasi dari teknologi blockchain, Harry merasa takjub apabila visa, mastercard, dan bank mulai melirik dan menunjukkan sedikit sebanyak rasa antusias terhadap teknologi — teknologi blockchain yang ada saat ini. Mengakhiri sesi wancana yg singkat tersebut, Harry memberikan sedikit nasehat kepada startup2 baru yg berbasis blockchain bahwanya relisasikan idemu bukan karna duit, namun karna anda suka terhadap apa yang sedang anda lakukan. Contohi beberapa orang sukses dalam industri cryptocurrency seperti contoh Vitalik, Zooko dllnya dimana mereka, tidak terpengaruh dengan duit dan fokus untuk menciptakan produk yang lebih baik lagi, karna duit akan datang dengan sendirinya dikemudian hari.

Moving on kepada perkenalan tokoh kedua dalam artikel hari ini iaitu Professor Ferdinando Ametrano dari Universitas Politecnico di Milano, yg turut hadir dalam acara blockchain money 2016 di London. Sebelum Prof. Ametrano aktif mengajar teknologi blockchain, dia mendapat tau pertama kalinya ttg Bitcoin ialah di tahun 2014, saat dia mulai memerhatikan sektor industri finansial teknologi. Lalu dia menghadiri sebuah konferensi yg diadakan di Berlin dan saat itulah dia mulai mengenal apa itu blockchain dan Bitcoin. Kemudian dia pun berpikir bahwa jika teknologi ini dapat berfungsi seperti apa yg dideskripsikan, maka Prof. Ametrano bertekad untuk menjadikannya sebagai pekerjaan fulltimenya. Tak disangka pula sekarang ini… Prof Ametrano menjadi seorang pengajar teknologi blockchain Bitcoin di Poletecnico di Milano.

Prof. Ametrano sangat takjub dengan kesan dari pertumbuhan teknologi blockchain, bahwanya penciptaan emas yg berbentuk digital ini (Bitcoin) akan menciptakan sejarah peradaban, duit dan finansial. Kenapa menjadi seorang pengajar? Prof. Ametrano berpendapat banyak ketidak salahpahaman yang terjadi saat ini berhubungan dengan blockchain dan dia juga tidak merasa bitcoin akan menjadi yg satu satunya digital asset yang ada di dunia ini. Selain itu, Blockchain tanpa digital asset menurutnya ialah tidak benar, karna jika sesebuah blockchain tidak mempunyai nilai duit (currency) untuk memberikan rewards kepada para miner selaku kesepakatan suara yang terdistribusi, maka keseluruhan sistemnya tidak akan menjadi desentralisasi.

Mungkin beberapa orang menggangap Prof. Ametrano sebagai seorang Bitcoin Maximalist, dan beliau menafikan hal tersebut karna Prof. Ametrano selalu mempelajari cryptografik lainnya yg dianggap sebagai eksperimen bermanfaat dimana akhirnya dapat bersaing dengan duit dunia yg sangat bersifat monopoli. Selain itu, Prof. Ametrano berpendapat bahwa negative interest rate (tingkat suku bunga negatif) saat ini merupakan model pemerintahan negara yg gagal dan ini merupakan waktu yg tepat dalam sejarah manusia dimana duit private akan dapat bersaing dengan duit pemerintah. Berhubungan dengan kompetisi antar digital — digital asset ini (Bitcoin, Ethereum, ZCash, Monero dllnya), ia merupakan sesuatu yang bagus dan sehat karna setiap dari mereka menghadirkan fitur fitur baru yg memantapkan lagi teknologi Blockchain.

Yops… sekian aja dulu postingan artikel untuk hari ini. Semoga Bermanfaat.

Salam YesNo!


Originally published at www.oneyesoneno.com on December 7, 2016.