#Harakah :3 — Mengajak teman hijrah

Bismillahirrahmanirrahim
Sejatinya, jika benar-benar ingin hijrah, berusaha meninggalkan nahi munkar maupun fitnah, mulailah dari mencari lingkungan yang baik.

Beberapa teman saya merasakan susahnya hijrah ketika sendirian. Ibarat ketika belajar dan ingin berbagi ilmunya, sedang lingkungan sekitar tidak akan mendengar kultum kita.

Mulai dari membentuk lingkungan yang baik. Bisa bertiga atau berlima. Coba mulai dari hal yang kecil seperti mengajak sholat 5 waktu dahulu. Lama-lama teman kalian akan terbiasa.

Sholat 5 waktu di awal waktu. Ajaklah ketika adzan, sehingga sebelum iqomah sudah di masjid/surau/musholla.

Ajak sholat sunnah qobliyah/tahiyatul masjid sebelum duduk. Dalam hadis yang diriwayatkanoleh Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714)

Mungkin teman kalian sudah terbiasa sholat sunnah dua rakaat ini, tapi belum tahu namanya. Maka ajarkan lalu biasakan.

Setelah sholat fardhu, duduk. Baca wirid dan do’a. InsyaAllah tidak lama. Perlahan dia akan ikut juga untuk wirid dan do’a. Atau mungkin minta di ajarkan, maka beritahu yang kamu ketahui. Ajari cara berdo’a.

Usai wirid dan do’a, jika kalian tidak sibuk sempatkan dua rakaat ba’diyah.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِـهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ اَلصَّلاَةُ، قَالَ: يَقُوْلُ رَبُّنَا -جَلَّ وَعَزَّ- لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ: اُنْظُرُوْا فِيْ صَلاَةِ عَبْدِيْ، أَتَمَّهَا أَوْ نَقَصَهَا، فَإِنْ كَانَتْ تَامَّـةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ كاَنَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا، قَالَ: اُنْظُرُوْا هَلْ لِعَـبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كاَنَ لَهُ تَطَوُّعٌ، قَالَ: أَتِمُّوْا لِعَبْدِيْ فَرِيْضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ اْلأَعْمَالُ عَلَى ذَلِكَ.

Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali akan dihisab kelak pada hari Kiamat adalah shalatnya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Allah جَلَّ وَعَزَّ berfirman kepada para Malaikat-Nya, sedangkan Ia lebih mengetahui, ‘Lihatlah shalat hamba-Ku, sudahkah ia melaksanakannya dengan sempurna ataukah terdapat kekurangan?’ Bila ibadahnya telah sempurna maka ditulis untuknya pahala yang sempurna pula. Namun bila ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman, ‘Lihatlah apakah hambaku memiliki shalat sunnah?’ Bila ia memiliki shalat sunnah, maka Allah berfirman, ‘Sempurnakanlah untuk hamba-Ku dari kekurangannya itu dengan shalat sunnahnya.’ Demikianlah semua ibadah akan menjalani proses yang serupa.”( HR. Abu Dawud)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى فِيْ يَوْمٍ، اِثْنَتَيْ عَشْـرَةَ رَكْعَةً، تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيْضَةٍ، بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.

Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah selain shalat fardhu dalam sehari dua belas raka’at, maka Allah pasti akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Surga.”( HR. Muslim)

Sholatnya sudah baik? Maka dia akan teringat akan hafalannya. Perlahan dia akan mencoba membaca surat pendek dan menghafalnya.

Pada fase ini, jika dia belum bisa membaca alQur’an, bantu atau carikan tempat untuknya belajar alQur’an (tahsin dan tahfidz). Ikut lah biar dia merasa ada temannya. Perlahan tapi pasti. Istiqomah

Ajarkan juga ilmu fiqih yang kamu tahu. Mulai juga membaca dan mengingat hadits. Maka ia juga akan terbiasa membedakan hadits maudhu, dhaif, hasan dan shahih.

Sembari memperbaiki bacaannya, ajaklah untuk mengkhatamkan setiap 40 hari sekali atau kurang dari itu.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »

Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari №5054).

Maka dari situ ia akan terbiasa. Bacaannya enak, rajin tilawah, perlahan dia akan menghafalnya. Dari yang paling mudah baginya. Atau surat yang ia suka. Ingatkan untuk membaca dan mengingat artinya. Men-tadabbur-i setiap ayatnya karena mengandung tentang azab, hari kiamat, nikmat surga, kisah nabi hingga hukum.

Sudah? Amalkan. Dengan begitu amalnya terus bertambah dan kita juga mendapatkan pahalanya. Jika ia punya teman yang ingin diajak berhijrah juga, persilahkan.

Tidak ada yang lebih baik selain membangun ukhwah yang baik. Hijrah karena Allah dan rasulNya, insyaAllah segala perkara di dunia akan di mudahkan, dan akhirat pun juga telah di janjikan.

InsyaAllah kita semua adalah orang yang diberi petunjuk ke jalanNya. Aamiin.

*Note: cari dan pilih teman yang se-mahram. Hal ini tidak akan berhasil jika dilakukan pada yang bukan mahram melainkan menimbulkan fitnah dan zina meski niatnya ingin mengajak dalam kebaikkan. Itu hanya tipu daya iblis. Tidak diajarkan hal seperti itu. Terlebih kita tidak mengetahui ke arah mana akhirnya hijrah ini. Dengan yang bukan mahram itu kah atau kepada Allah dan rasulNya.

wallahu a’lam

(25/05/2017)