Senja yang Ramai

Kau tahu, kesendirianku kini tidak direstui oleh langit. Kemanapun aku pergi, ada saja hal yang membuat bising. Penat. Ramai.

Bukannya aku memilih untuk merangkul setiap inci kesendirian ini. Bukan. Ruang sendiri memang terkadang diperlukan. Untuk membenak.

Bahkan, senja yang selalu kusapa hangat, sepakat mengkhianatiku. Lengkap sudah gurat awan yang Kau lukiskan sore ini menambah muka murung sang penyair senja.

PKH 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.