Surat Terakhir Grace

Kalaupun pada akhirnya aku pergi memutuskan bersama pria lain, ini semua tak semuanya keinginanku.

Aku mencintaimu, aku menyayangimu.
mengingat semua kebaikan dan kesabaran yang tak ada batas kamu berikan kepadaku.

Rasanya tak pantas aku dapatkan karena telah menyakitimu terlalu dalam.

Aku benci terhadap semua yang terjadi didalam hidupku. rasanya tak adil ketika aku benar-benar mencintai seseorang seperti dirimu namun kandas karena masalah kepercayaan.

Ketika aku bertemu dengan yang seagama sepertiku mereka tak mencintaiku sama seperti caramu menyayangiku.

‌Maafkan aku atas keputusan ini. Aku mencintaimu... sangat mencintaimu. Namun, aku juga lebih menghargai kedua orang tuamu. Aku tak mau mereka kehilangan anak kebanggaan mereka. Mereka lebih menyayangimu dan mencintai dirimu. ‌Mereka lebih pantas mendapatkanmu daripada aku.
‌Sayang ingatlah, aku pergi bukan berarti aku menutup semua kenangan kita.

‌Kalau memang pada akhirnya aku akan tersenyum dengan yang lain... bukan berarti senyuman itu sepenuhnya milik dirinya...
‌aku selalu berharap kau bisa memilikinya untuk sekali lagi.

Begitu banyak kata yang ingin kuucap. 
Kau tahu, mengapa aku selalu diam ketika kamu banyak mengeluarkan banyak kata, karena aku bukan seseorang yang dengan mudahnya mengucapkan banyak hal. Ketika aku berusaha mengucapkan banyak kata hati ini sangat sesak dan akan selalu ingin menangis.

Saat kau menjagaku tertidur saat aku sakit, semua harapan dan ucapan yang kamu keluarkan aku mendengar semuanya dengan jelas. Bagaimana caramu menjagaku dan menyayangiku aku melihat semuanya.

Aku berharap kamu tak melupakan semua kisah kita berdua. Namun, ketika aku pergi nanti aku mohon jangan kau menutup diri terlalu lama.

Ingat kata kataku ini.

aku selalu memperhatikanmu walau kau tak tahu. Jadi, aku harap teruslah tersenyum dan fokus pada tujuanmu dan masa depanmu.

Grace sayang sama faqih.
Sayang sekali...

Terima kasih untuk bunga ini... aku menyukainya.

Grace, Anggrek Cakra 21 Februari 2017


21 adalah angka spesial kita, di mana pada tanggal itu kita mengikrarkan diri sebagai sepasang kekasih.

Terimakasih, Grace untuk surat yang kau tulis dalam diam. Untuk kata yang kau curahkan dalam kegelisahanku untuk memilikimu sekali lagi.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Faqih Faturahman’s story.