Terima kasih. Aku melihat senyuman itu lagi. Walau bukan milikku, tapi senyuman itu mengarah kepadaku.

Terima kasih atas hari-hari yang sudah kita lewati. Sedih, suka, senang, semuanya. Akan kukenang sampai aku tak melihat dunia ini lagi.

Kumencoba ikhlas. Biarlah malam-malamku dipenuhi oleh tangis. Asalkan kau bahagia. Kuberdoa semoga kau tak mengalami hal yang sama lagi. Kuberdoa kau sehat selalu. Kuberdoa ada yang mengingatkanmu makan, memasakmu makanan, merawatmu dikala sakit, memberikan masukan kepadamu dikala kau bingung, menenangkanmu disaat kau bersedih. Biarlah peranku terdahulu digantikan oleh yang kau pilih sekarang.

Ijinkan aku untuk tetap mencintaimu. Ijinkan aku kembali mencintaimu dalam diam seperti pertama kali kita bertemu. Ijinkan aku menyimpanmu di hatiku.

Kumenyayangimu, kumencintaimu. Entah sampai kapan. Mungkin selamanya. Semoga kau berbahagia.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.