5 Jenis Wewangian Berdasarkan Tahan Lamanya

Ada Eau de Parfum, ada Eau de Toilette. Sama-sama wewangian sih, tapi apa bedanya ya?

Bagi sebagian orang, wewangian adalah pelengkap penampilan. Anda bisa saja ‘hanya’ menggunakan kaus oblong dan celana denim, namun begitu Anda menyemprot wewangian, gaya Anda seolah berbeda. Dengan aroma tepat, wewangian bisa membantu Anda meningkatkan mood dan, ehem, memikat lawan jenis.

Ketika memilih wewangian, biasanya yang menjadi pertimbangan adalah aromanya. Entah itu aroma bunga, buah, kayu-kayuan, atau pun rempah. Selain aroma, jenis wewangiannya juga harus Anda perhatikan. Pernah dengar wewangian yang sama namun memiliki dua versi, yaitu Eau de Toilette atau Eau de Parfum? Keduanya memang menebar aroma yang sama, lalu apa bedanya? Cari tahu yuk apa saja jenis wewangian yang beredar di pasaran.

PARFUM
Mari kita mulai terlebih dahulu dari jenis yang memiliki kandungan konsentrat dari minyak esensial paling tinggi, yaitu parfum. Apabila Anda melihat label ‘parfum’ atau ‘extrait de parfum’ atau ‘pure perfume’ pada produk Anda, ini tandanya ketahanan wewangiannya cukup lama. Jenis ini biasanya mengandung 15–40% konsentrat atau biang parfum. Namun, parfum yang beredar biasanya mengandung 20–40%. Tak heran, aroma parfum bisa bertahan hingga enam jam lamanya.

Karena mengandung konsentrat yang lebih tinggi, harganya pun juga cenderung tinggi. Jika Anda termasuk yang memiliki kulit sensitif, Parfum adalah pilihan tepat. Kandungan alkoholnya lebih rendah dan tidak akan membuat kulit Anda kering.

Beli Parfum Disini!

EAU DE PARFUM
Setelah parfum, ini adalah jenis wewangian kedua yang aromanya cukup tahan lama. Eau de Parfum biasanya mengandung konsentrat sekitar 15–20%. Normalnya, aroma Eau de Parfum bisa bertahan empat hingga lima jam. Harganya tentu saja juga di bawah standar parfum pada umumnya. Jenis ini juga masih tergolong ramah untuk Anda yang berkulit sensitif, karena kadar alkoholnya cukup bisa ditolerir.

EAU DE TOILETTE
Nah, jenis yang satu ini adalah jenis wewangian paling umum dan paling populer. Aromanya bisa tahan sekitar dua hingga tiga jam, karena konsentratnya berkisar 5–15%. Jenis ini cukup pas dipakai sehari-hari. Bagi beberapa orang, wewangian jenis Eau de Toilette dipakai untuk siang hari, sedangkan Eau de Parfum lebih digunakan pada malam hari. Penasaran dengan alasannya? Dalam bahasa Prancis, eau de toilette berasal dari frasa ‘faire sa toilette’ yang berarti ‘bersiap-siap’. Unik ya?

EAU DE COLOGNE
Anda punya atau pernah menggunakan wewangian jenis ini? Nah, aroma produk wewangian jenis ini biasanya cepat hilang, karena konsentratnya hanya sekitar 2% hingga 4% saja. Alkohol dalam jenis ini biasanya tinggi, ukurannya lebih besar, dan harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan ‘kakak-kakaknya’. Dulu, Eau de Cologne digunakan untuk menyebut resep wewangian tradisional yang menggunakan tumbuhan herbal, ekstrak citrus, dan beberapa ekstrak lainnya sebagai base notes.

Beli Parfum Disini!

EAU FRAICHE
Jenis yang satu ini agak jarang ditemui, meski konsentratnya sangat rendah. Hanya sekitar 1–3% dan hanya tahan selama dua jam saja. Meski agak mirip dengan Eau de Cologne, Eau de Fraiche ini tak memiliki kandungan alkohol sedikit pun. Selain pewangi, sisa komposisi lainnya untuk Eau de Fraiche hanyalah air.

Selain lima jenis wewangian di atas, Anda mungkin akan menemui jenis lainnya berupa body mist ataupun after shaves. Harganya tentu tak semahal Eau de Toilette, karena jenis ini juga tak begitu tahan lama ketika dipakai. Sudah tahu wewangian jenis apa yang sesuai dengan Anda?

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.