Feeling terbaikku

Terimakasih tuhan karena kaulah telah memberi petunjuk kepadaku.

Berawal dari cerita yang sama, lagi-lagi aku berada pada metamorfosa yang tak seharusnya aku rasakan, yaitu jatuh cinta pada seseorang yang seharusnya benar-benar aku perjuangkan. Kesekian kali dan lamanya perasaan tumbuh dengan sendirinya tapi tidak denganku, aku yang ini emang amat sekali bodoh dengan feeling pemberianmu tuhan.. berapa kali aku terjatuh dan terbangun kembali karna feeling itu ? bodohnya aku terus mengikutinya.

Sadar bahwa ini cuman mimpi..

Ketika terbangun semuanya kembali menjadi sediakala, tapi itu semua hanyalah mimpi seperti “nasi sudah menjadi bubur” perasaan itu telah membunuh dan menghancurkan mimpiku. Kenapa kau ciptakan itu jika pada akhirnya menyakitkan, banyak orang di luar sana yang ingin menyicipi sesungguhnya kebahagian dari Ciptaan-Mu. Tapi aku tau pasti kau mengirimkan perjalanan ini agar aku sadar bahwa pentingnya feeling itu.

Ya feeling, yang membuat keputusan dari berbagai aspek menentukan arah kemana dia akan berpijak, awalan yang baik akan berujung pada akhir yang baik begitu pula perjuangan yang telah bermetamorfosa menjadi kekuatan. Dimana akan ku kejar kemana dia akan berhenti, disitulah felling ku berkata genggamlah dan jangan lepaskan.

Pesan-ku jangan lah menyianyiakan perasaanmu walaupun itu hanyalah sebuah kiasan, yang akan di kenang di dalamnya. Keluarkan dan berteriak-lah bahwa felling-nya benar.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated RIVALDY IQBAL HERMEISAH’s story.