Darurat Medis Jenderal Kunyuk

Saat ini, Jenderal Kunyuk yang sudah purna tugas itu, tengah dikunjungi teman-teman sejawatnya sesama jenderal purnawiran. Teman-teman si jenderal menunduk sedih dan membawa bunga-bunga dan buah-buahan di tangan masing-masing: mereka prihatin terhadap apa yang menimpa Jenderal Kunyuk. Ucapan-ucapan mereka menunjukkan keprihatinan yang mendalam.

Berikut ucapan-ucapan itu:

“Jenderal Kunyuk, semoga kau segera melewati masa-masa kritis,” kata Jenderal Kunyot.

“Semoga Jenderal Kunyuk sembuh setelah proses menyakitkan ini,” kata Jenderel Kutung.

“Jenderal Kunyuk bernasib buruk, tapi beliau orang yang kuat,” kata Jenderal Kipjlok.

“Duh-duh, Jenderal Kunyuk. Kenapa-kenapa. Ini gawat,” kata Jenderal Kehoy.

“Ini seperti mimpi, Jenderal Kunyuk sampai begitu parah,” kata Jenderal Korwel.

“Kasihan. Jenderal Kunyuk pernah jatuh dari pohon,” kata Jenderal Klukuk.

“Jenderal Kunyuk pernah terjungkal,” kata Jenderal Kixoel.

“Jenderal Kunyuk pernah terkilir,” kata Jenderal Kutom.

“Jenderal Kunyuk pernah terjungkir,” kata Jenderal Kimout.

“Jenderal Kunyuk pernah terlempar,” kata Jenderal Kinib.

“Jenderal Kunyuk pernah makan tusuk gigi,” kata Jenderal Kisroh.

“Jenderal Kunyuk pernah makan peluru,” kata Jenderal Kisit.

“Kunyuk pernah makan sepatu,” kata Jenderal Kibel.

“Jenderal Kunyuk pernah makan api,” kata Jenderal Kuhis.

“Jenderal Kunyuk pernah minum angin,” kata Jenderal Kiyot.

“Jenderal Kunyuk pernah minum jus kodok,” kata Jenderal Kadul.

“Semua itu membuat Jenderal Kunyuk menjadi pesakitan,” kata Jenderal Kwegiuy.

Di saat yang sama ketika para jenderal itu bertestimoni dalam rangka membesuk Jenderal Kunyuk, sang jenderal tengah berbaring di ruang operasi eksklusif sebuah rumah sakit khusus jenderal purnawirawan. Jenderal Kunyuk ditangani oleh dua orang dokter spesialis. Yang satu dokter spesialis lutut dan yang lain dokter spesialis kepala. Keduanya sama-masa berusaha keras memindahkan otak Jenderal Kunyuk di lutut ke kepala.

*sumber gambar: www.indeksberita.com