Yohanes Chandra Ekajaya — Hidup Adalah Pilihan

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya — Hidup ini adalah pilihan. Salah dalam melakukan pilihan, masa depan adalah taruhannya. Seperti halnya memilih pasangan hidup, benar atau salah kamu memilih pasangan hidup adalah pengambilan keputusan yang paling penting dalam hidup kamu. Seluruh masa depanmu tergantung pada pilihanmu saat ini. Yakinkah bahwa kamu telah memilih dia sebagai pasangan hidupmu yang paling tepat?

Yang pertama kali harus kamu lakukan adalah jujur pada diri sendiri, mengapa kamu mencintai dirinya? Sebagian besar orang akan menjawab: “Karena dia mencintaiku”, “Yah, lebih baik dari pada hidup sendiri”, “Aku ngga ingin menyakitinya”, “Sebab aku yakin telah menemukan orang yang terbaik”

Jawaban-jawaban ‘umum’ seperti itu menandakan bahwa hubungan yang mereka bangun didasarkan atas rasa takut, ketidak yakinan, dan rasa belas kasihan semata. Mungkin saja diantara mereka banyak kecocokan, namun bila terlalu banyak ‘jika’, dan ‘tapi’, cepat atau lambat hubungan yang mereka bangun akan gagal. Bukan berarti mereka harus berpisah, mereka mungkin saja tetap bisa hidup bersama dalam sisa hidup mereka, namun tetap saja gagal sebagai pasangan.

Pertanyaannya masih tetap sama, bagaimana kamu memilih pasangan yang tepat?

Kini Yohanes Chandra Ekajaya Sebenarnya, dan pada dasarnya kamu akan memilih pasangan yang membuatmu tertarik secara fisik, tapi ada beberapa aspek yang penting di perhatikan. Coba perhatikan beberapa hal di bawah ini…

Komunikasi
 Ketika kamu berbicara dengan dia (pasanganmu), apakah dia sejajar denganmu? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menjawab pertanyaanmu? Apakah kamu bosan mendengar jawabannya yang ngga nyambung, atau kamu menyukai jawabannya yang memang nyambung? Apakah dia berbicara lebih lambat dibanding kamu? Apakah dia mengerti apa yang kamu bicarakan? Apakah kamu benar-benar bisa berbicara dengannya tentang segala hal?

Sepertinya tidak penting, tapi bisa kamu bayangkan, hidup bersama dalam waktu yang lama dengan seseorang yang tidak bisa menjawab dengan cepat pertanyaanmu, frustasi dengan lambatnya dia berkomunikasi, dan tidak pernah mengerti ketika kamu mencoba menjelaskan sesuatu kepadanya.

Minat
 Ini lebih sebagai anugerah. Sebaiknya kamu harus mempunyai minat yang sama dengan dia untuk bisa tetap bersamanya, jika tidak, yang terjadi adalah sebaliknya tidak akan ada obrolan yang mengasyikkan dan tidak akan ada sesuatu yang menyenangkan untuk dikerjakan bersama. Ketika dua manusia masing-masing memiliki minat yang berbeda, salah satunya biasanya akan mengorbankan minatnya untuk memuaskan minat pasangannya, dan yang akan terjadi pada akhirnya adalah memilih untuk ‘hidup sendiri’ dan ‘menyendiri’.

Ambisi
 Oleh Yohanes Chandra Ekajaya Apakah kamu berdua memiliki ambisi yang sama dalam hidup, atau dia hanya akan ‘mengganjalmu’ karena dia tidak memiliki ambisi seperti yang kamu miliki? Apakah dia akan membiarkanmu (bahkan memberikanmu dorongan) meraih karier yang selama ini kamu inginkan, contoh kecil misalnya pulang malam karena mengerjakan tugas di kantor, atau pulang malam karena harus mengikuti kuliah malam? Atau malah sebaliknya dia akan melarangmu untuk hal-hal itu?

Etika
 Apakah kamu memiliki etika yang sama? Apakah dia merasa benar-benar OK mengerjakan sesuatu yang kamu merasa keberatan atau sebaliknya? Apakah kamu memiliki keyakinan yang sama, misalnya agama, pandangan hidup, pendidikan anak, dan sebagainya? Jika tidak, banyak masalah di kemudian hari.

Kebersihan dan Kerapihan
 Apakah dia jorok, sementara kamu adalah orang yang sangat menjaga kebersihan? Apakah kamu melakukan hal yang sama dalam menjaga penampilan?

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya Sebenarnya masih banyak aspek yang harus diperhatikan, artinya jika kamu mencintai seseorang bukan berarti kamu sudah mendapatkan pasangan hidup yang tepat untukmu. Satu hal yang pasti, jangan membangun hubungan cinta yang didasari rasa bersalah karena menyakiti, rasa takut untuk hidup sendiri, atau rasa puas bahwa kamu sudah mendapatkan yang terbaik.

silahkan lihat video