Sisa rasa

Aku tau, untuk mencintaimu ‘kembali’ adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang sebenarnya sudah pernah kubuat 2 tahun lalu. Dan sekarang aku berpikir lagi untuk kesalahan itu. Jika aku benar” nekad melakukannya mungkin Tuhan akan berbisik;

“harus dengan cara apalagi Aku memperingatimu?”

Yeah, well.

Aku akui, sisa rasa itu masih ada. Sisa. Hanya sisa rasa. Yang baru kusadari bagian tersisa itu masih menempel erat karna kemarin aku malas sekali membuangnya. Awalnya ku pikir tak berpengaruh. Tapi lihatlah, bahkan sekarang pikiranku kembali menimang kesalahan itu. Ah, ya ampun aku ini wanita jenis apa?

Rasanya aku benar-benar ingin melenyapkanmu, sungguh.