Patah Bisa Diperbaiki, Hancur Bisa Diganti

Tak ada yang sempurna di dunia ini. Tuhan menciptakan sesuatu dengan baik dan buruk di dalamnya. Tak terkecuali cinta kasih umat manusia.

Sakit hal yang biasa dalam kehidupan. Jatuh sudah kita rasakan saat sedang belajar berjalan. Bahkan air mata adalah hal pertama yang keluar dari tubuh seorang manusia saat lahir ke dunia.

Ketakutan adalah hal terbesar yang muncul di dunia ini. Takut bisa membuat kita berhenti bergerak. Takut mampu membuat seorang manusia gagal meraih mimpi. Takut juga bisa jadi alasan sepasang kekasih melepas genggamannya.

Setiap anak manusia punya ketakutan berbeda-beda. Tapi, saat ini pembahasan itu rasanya terlalu luas. Mari kita mengerucutkannya ke masalah takut pada urusan hati.

Takut yang membuat Anda mengikuti keadaan yang sebenarnya tak bisa dimengerti. Takut yang membuat Anda patah hati dan merelakan sesuatu yang sebenarnya sudah lama dinanti.

Saya tak mencoba memotivasi. Saya hanya ingin memperluas pandangan kita akan cinta kasih yang sesungguhnya.

Patah hati adalah musuh terbesar manusia. Ada orang yang tak lagi menemukan cinta karena trauma disakiti. Ada yang akhirnya memilih pasangan sehidup semati tanpa memprioritaskan rasa cinta itu sendiri.

Kembali lagi. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Apalagi cinta. Tapi, selalu ada cara untuk menyambungkan kembali apapun yang pernah patah.

Sebuah barang yang patah masih bisa diperbaiki, walau kebanyakan orang memilih menggantinya. Tak salah, karena hidup adalah tentang belajar dari sebuah kesalahan.

Patah masih masalah kecil. Bagaimana jika hancur? Sesuatu yang hancur berkeping-keping akan menjadi pasir dan kita tak punya peluang memperbaikinya. Tapi, tak ada sesuatu yang bisa membuat Anda ikut hancur.

Ketika ada sesuatu yang hancur, cara terbaik adalah menggantinya dengan hal yang baru dan lebih bermakna. Kehancuran itu menjadi pembelajaran paling berharga dalam hidup dan bisa jadi serpihan keping loncatan ke tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Saya punya banyak pengalaman terkait kehancuran hati. Mulai dari pengabaian karena masalah cinta sepihak, ditendang karena ukiran tubuh yang indah, hingga dibatasi ruang gerak karena faktor setuju dan tidak setuju dari sosok yang mengikat sampai tak bisa membuat kita menggapai hati yang diinginkan.

Tapi begitulah hidup. Anda tak bisa berjalan lurus terus menerus karena dinamika adalah sumber kreativitas manusia. Saat ini, saya sedang diberi sebuah keindahan dan sesuatu kebahagiaan tiada tara.

Ironis dan mungkin sedikit lebay jika diperhatikan. Tapi, pembalajaran dan cobaan di atas membuat optimisme itu muncul.

Saya sadar tak ada yang sempurna, selalu ada cobaan pada sebuah kisah asmara, tapi jika kita memandangnya dengan kernyit dahi, mata mengerucut, dan pikiran buruk, bagaimana kisah itu bisa berubah menjadi dongeng indah yang diharapkan?

Terpenting saat ini adalah bagaimana menghalau rasa takut, berani mengambil risiko, dan memberikan sesuatu yang maksimal untuk orang yang paling spesial.

Anda tak perlu banyak bicara, karena kadang permainan kata-kata bisa menjadi malapetaka. Tinggal bagaimana cara kita mengimplementasikan cinta yang menurut Anda adalah baik, positif, dan memiliki asa serta harapan yang nyata.

Jangan pernah TAKUT. Karena pada akhirnya ada AKUT di dalam tAKUT.