Malam setengah cangkir

Kepalaku cerewet sekali, tidak mau diam terus mengoceh mengalahkan ocehan burung tropis. Sangat egois tidak mau dinilai rendah, tidak mau diberi harga. Tinggi melebihi bintang. Padahal burung tidak terbang melampaui bintang.

Mungkin ada setan disana atau mungkin ada lawan setan yang sedang sekarat. Ini terlihat sederhana tapi sangat rumit.

Semuanya berwarna abu — abu. Tapi ketika malam setengah cangkir habis. Semua kembali menjadi bayi.