Tentang Teman, Surga, dan Neraka

Ridwan Taofiq Firdaus
Nov 2 · 4 min read

Pada saat tertentu kadang saya berpikir, “Akankah saya masuk syurga?” saya sadar kehidupan yang saya jalani masih bergelimang dosa, belum berbakti apa-apa untuk orang tua, dan belum bisa mengajak orang menuju Allah dan Rasul-Nya. Tapi masuk surga merupakan satu satunya tujuan setelah kehidupan. Harus dikejar dengan segala daya upaya. Masuk neraka walau sebentar saja bukanlah pilihan. Begitu berat siksa yang diterima jika harus bertemu malaikat Malik di pintu neraka. Belum soal bertemu malaikat-malaikat yang yang ketus dan garang semasa menunggu kiamat di alam kubur. Semua pasti mengingikan pertemuan dengan malaikat ridwan di pintu surga. Semua ingin disambut dengan perkataan“ Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS 89 : 27–30)

Rasa takut selalu muncul kalau-kalau Allah mencabut nyawa saya, padahal Ia bisa melakukannya kapan saja. Rasanya bekal untuk akhirat belum seberapa. Belum cukup untuk “membeli” Surga-Nya. Beruntung Allah mengaruniakan teman-teman yang Saleh. Sejak SMA saya selalu meminta dikaruniakan teman-teman yang baik, dan Allah mengijabahnya. Allah karuniakan mereka kepada kehidupan saya. Mereka yang mengingatkan jika salah, mengajak shalat, berpuasa, menuntut ilmu agama, dan hidup dengan cara-cara islam. Kata Umar Bin Khatab, mereka adalah nikmat terbaik setelah nikmat Islam. “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17].

Nikmat terbaik setelah islam karena teman yang saleh bisa menjadi sebab kita masuk Surga. Teman yang saleh akan meminta dengan gigih di hadapan Allah supaya teman-temannya juga ikut masuk surga. Rasul bersabda :
“Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibaka
r oleh api neraka.
Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).
Dilain kisah, sahabat yang saleh sampai menolak Surga karena sahabatnya dimasukkan ke neraka. Kisah ini dituturkan Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiyiyi dalam kitab Durratun Nashsihin.
Dua orang bersahabat sampai maut memisahkannya satu ke surga dan satu ke neraka. Ketika sampai di pintu surga, ia mendengar sahabatnya berteriak meminta tolong. “Ya Allah, orang itu adalah sahabatku ketika di dunia.” Ia menolak surga dan meminta malaikat Ridwan membawanya ke neraka. Malaikat Ridwan berkata, “Bagaimana saya akan membawa tuan ke neraka, padahal saya diperintahkan mengantar tuan ke surga? Silahkan tuan, tidak usah ragu, Surga yang indah ini milik tuan dan saya akan melayani tuan dengan sebaik-baiknya…!” “Aku tidak membutuhkan surga dan pelayananmu. Bawa saya ke neraka.!” Orang Saleh itu menjawab. Malaikat Ridwan menolak permintaan orang saleh itu lalu terdengar suara Rabb Yang Maha Agung.

Wahai malaikatku, sebenarnya Aku telah mengetahui apa yang tersembunyi dibalik dada hambaku yang saleh ini. Namun, agar lebih jelas bagimu tanyakan sendiri kepadanya kenapa ia memilih neraka daripada surga!” Malaikat Ridwan segera memenuhi perintah Allah dan bertanya, “Mengapa Tuan lebih menyukai neraka daipada surga?”. Hamba saleh tadi menjawab, “Engkau lihat orang yang sedang diseret-seret menuju neraka itu? Ia adalah sahabatku selama hidup di dunia. Ia menjerit-jerit minta tolong agar aku membebaskannya dari ancaman neraka. Aku sadar sepenuhnya, tidak mungkin aku yang lemah ini menyelamatkannya dari neraka dan membawanya ke surga. Karena itu, lebih baik aku yang ke neraka agar dapat bersama-sama dengannya”. Mendengar jawaban orang saleh itu, malaikat Ridwan terkaget, lalu terdengar lagi suara Allah Yang Maha Agung, “Wahai hambaKu yang saleh, dengan segala kelemahanmu, engkau rela masuk neraka untuk bersama-sama dengan sahabatmu yang telah menemanimu sebentar saja di dunia. Padahal, sepanjang umurmu, engkau begitu taat dan berbakti kepadaKu, memujaKu sebagai Tuhanmu. Bagaimana Aku rela membiarkanmu masuk neraka? Karena itulah Aku hadiahkan sahabatmu itu untukmu, dan ajaklah dia masuk surga bersamamu. Inilah ganjaran yang sepadan bagimu”
Maka seperti kata Imam Hasan Al-Bashri, perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman, karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)
Peganglah erat-erat teman yang saleh, bersamai mereka, minta nasihat dan doa disetiap kesempatan.

#Ramadhanvibes
#SalehFriendship

Ridwan Taofiq Firdaus
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade