Kesendirian

Entah mengapa waktu begitu tak bersahabat denganku

Ku terpaku dalam sepi

Ku diam dan diam lagi

Semua masih sepi

Ku buka tirai jendela ku

Matahari bersinar menyinari kamarku, tapi aku tak merasakan kehangatan matahari itu

Yang ku rasakan hanyalah kedinginan

Kedinginan yang bercampur dengan kehampaan dan kesunyian

Sunyi….. senyap….. sunyi….. senyap….

Kemudian kulihat telepon genggamku

Ku kira hanya bermain sesaat, ternyata ku habiskan seharian waktuku untuk telepon genggam itu

Ku lihat telepon genggamku, kasihku tak kunjung jua

Sendiri dan sendiri

Ku hanya bisa peluk angan mu kasih, kemudian ku tertidur

Ku buka lagi tirai jendela ku

Sang surya tak lagi menyinari

Kini hanya sang rembulan yang ada

Ku coba tuk berbicara dengan rembulan

Tapi ia seakan menolak ku, hanya diam dan membisu enggan tuk bicara

Ku sendiri lagi

Hampa kembali

Sunyi kembali

Ku lihat telepon genggam ku

Kasih ku masih tak kunjung menampakan kata-kata nya

Hatiku sedih

Hatiku rindu

Kadang ku rasa bak pecundang

Selalu diam dan diam

Mungkin inilah kesendirian

Ya kesendirian

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Rina Nurhasanah’s story.