Kisah Asmaraku

Di malam ini yang sesepi dan sesunyi ini ku lukiskan semua perasaanku pada sehelai kertas putih yang kupaksa harus rela tergores oleh tinta-tinta dari penaku yang telah terasuki oleh jiwa seorang hamba hina yang tengah terluka.
Hai malamku, apa kabar? Sudikah dirimu untuk mendengarkan jeritan hati ini? Ah mungkin kau sudah terbiasa mendengarkan tangisan, kepedihan, dan kepahitan ini. Bukankah begitu malamku?
Ya, entah sampai kapankah diriku harus terpenjara dalam jeruji kesengsaraan cinta ini. Entah sampai kapan diriku akan terpisah dari air mata, kesepian dan kesendrian. Entah sampai kapan juga diriku dapat terbang bebas menggapai cinta yang sempurna, sehingga aku pada akhirnya dapat menikmari indahnya kebahagiaan cinta. Ya…….. entahlah !
Semua itu hanyalah angan-angan belaka yang sampai saat ini tak dapat kuwujudkan menjadi sebuah kenyataan. Hhhhhh…. Lelah rasanya jika aku harus terus begini. Menghela nafaspun rasanya seperti tercekik seakan-akan tak dapat menghirup nikmatnya udara dan tak bisa bernafas lega.
Semua perasaan ini selalu aku rasakan sejak cinta lamaku memutuskan untuk mengakhiri jalinan cinta antara aku dengannya yang sempat bersemi selama satu tahun. Yeahhhh… hanya seumur jagung.
Seketika itu rasanya dadaku terasa sesak, kaki rasanya tak bisa berjalan, bahkan berbicarapun rasanya tak mampu untuk mengungkapkan sepatah kata pun. Seketika itu juga aku selalu bergelut dan menjumpai cucuran air mata yang terus berlinang deras di pipiku yang hampir selalu ada selama satu tahun lamanya. Aku gila karenanya, aku merasa tak bisa hidup karenanya.
Tetapi setelah itu ada celah-celah cahaya cinta. Sepertinya dewa asmara memberikanku pangeran lain yang lebih baik dari cintaku yang lama yang selama ini hanya selalu membuatku sangat tersiksa.
 Dia datang di saat waktu yang tepat disaat diriku sedang terjebak dan terombang-ambing dalam lautan gelora. Yeah ,,, akhirnya aku jatuh cinta lagi, dan dia mencuri hatiku hingga aku sangat mencintainya.
Tapi ah tidak!!! Sayang seribu sayang
Ternyata aku salah!!
Aku terlambat!!
Ternyata pangerann itu telah menyimpan hati untuk puteri yang lain.
Tidak !! Tidak!! Tidak!! Tidak!!
Mengapa harus seperti ini???
Tolong cintailah aku pangeran
Aku pasti akan selalu ada di sisimu
Aku pasti akan selalu ada untukmu
Apalagi yang kau tunggu pangeran?
Aku menjaminmu bahwa kau akan bahagia bersamaku. Kau tidak akan kecewa dan hidupmu akan selalu indah jika kau selalu ada disetiap detik hidupku.
Tunggu apalagi?
Aku sungguh mengetahui jika pangeran mencintaiku, aku bisa melihat dan membaca itu dari matamu yang selalu berbinar ketika pangeran melihatku.
Ahhhh tapi aku tidak boleh seperti itu. Aku tidak bisa memaksamu begitu saja. Sepertinya kau masih mencintai puteri yang hanya baru kau temui satu kali itu. Sepertinya perasaanmu begitu dalam kepada puteri cantik itu.
Apalah daya aku tak bisa berbuat apa-apa. Hanya waktu yang bisa menjawab semua ini. Hanya waktu juga yang akan menjawab apakah pada akhirnya aku akan berada dipelukanmu atau tidak. Tapi yang pasti asalkan engkau tahu duhai pangeranku. Jika suatu saat nanti dirimu terluka, tersakiti, dan tergores oleh cintanya. Aku akan selalu setia menunggumu di sini hingga pada akhirnya kita akan bersama menjalin cinta yang abadi.

Bandung 21 september 2015
02:00

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.