Biarkan berlalu.

Kita bertemu dalam sebuah ketidaksengajaan

Mungkin semesta mendengar harapan ku

Karena itu Dia memberiku kesempatan

Menghabiskan beberapa waktu bersamamu

Aku yang dari awal sudah mengagumimu

Aku senang mendengar ceritamu

Nasihatmu yang kala itu meluluhkan hatiku

Caramu menuntunku untuk tidak membenci siapapun

Setiap hari bertemu

Bersenda gurau

Melakukan perdebatan

Aku anggap sebagai sebuah pendekatan

Ku kira disini, aku lah yang berjuang

Tapi kemudian aku sadar

Seperti ada yang berubah di antara kita

Senyummu terlihat berbeda

Caramu memperlakukanku

Lambat laun mulai berbeda

Kamu membuat aku semakin terjebak

Aku merasa asing dengan diriku sendiri

Kamu terus saja menunjukkan rasa lain

Aku sangat senang

Hanya saja semua itu membuatku canggung

Detak jantungku tak beraturan

Maafkan aku,

Bukan maksudku menjauh darimu

Hanya saja aku masih takut

Takut kepada diriku yang tidak bisa membahagiakanmu

Bukannya aku menolakmu

Hanya saja aku ingin kita seperti dahulu

Berbicara tanpa ada rasa canggung

Semua berjalan normal, termasuk detak jantung

Memang klise

Mengharapkan semua berjalan seperti dahulu

Padahal sama-sama tahu

Perasaan ini sudah tumbuh menjadi baru

Aku,

Kamu,

Semoga disemogakan oleh semesta

Agar tak ada lagi sebuah tanda tanya..

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Richard Rolanda’s story.