Widarapayung.Part 4

By:Riz_Tyan.

"TERLAMBAT KUSADARI,KAU TERAMAT BERARTI...." suara khas penyanyi solo cakra khan.keluar dari speaker yang terpasang disetiap sudut memenuhi ruang kerjaku,yang kebetulan masih lenggang tanpa pelanggan.aku ingat benar lagu ini dinyanyikan seseorang untukku dulu.mendengarnya membuat senyumku melebar tanpa sadar.dan sesekali aku ikuti.bergumam lirih mengikuti liriknya.seolah membawaku kembali pada kenangan itu.
"Drrrrrttt...Drrrrtttt....Drrttt...."bunyi getar ponselku seketika menghentikan nyanyianku.rasa penasaran membuatku beranjak meraih ponselku yang tergeletak diatas meja kerjaku.tidak jauh dari tempatku berdiri saat ini..sudah dari lama nomer aku nonaktifkan.meskipun handphone selalu aku bawa.entah sebab apa hari ini aku aktifkan kembali.
"Dari siapa ya?"gumamku...
dua pesan diterima muncul di layar ponselku.disusul bunyi getar beberapa pesan berikutnya.perasaan cemas bercampur aduk saat itu.antara penasaran dan takut.jantungku mendadak berdetak lebih kencang dari biasanya.dengan sedikit gemetar aku beranikan menekan tombol "BACA" pada layar.hatiku bergetar hebat,sesak serasa mulai menghimpit dadaku seakan menghentikan pernafasanku.panas,dingin,lemas menyerang tubuhku yang kini dipenuhi amarah.airmata mulai menggenangi mataku.menetes hangat membasahi kedua pipiku.makin menderas tanpa mampu aku tahan lagi.hatiku memekik sekuat aku menjerit meski tanpa suara sementara mulutku terkunci rapat menahan gejolak amarah.nafasku yang kian memburu demi menahan sesak.sakit.benci.marah yang membaur bersamaan.mengisak,tersedu menahan perih teramat perih saat kubaca pesan yang bertulis "HARI INI ACARA LAMARANYA YAN..."tepat di hari terakhir kerjaku.tak kuasa kakiku menopang berat tubuhku.seakan tulangku melunak.seketika aku tersungkur lemah dibawah meja kerjaku.ingin rasanya menjerit sekuat tenaga.meluapkan sesak didada.tapi aku hanya bisa menangis.tanpa mampu aku balas satu pesan pun.banyak hal yang aku rencanakan hari itu.bahkan aku berencana berkunjung kerumah dia.tapi semuanya hancur dihari itu.
"yaaaan...tiyan!"
terdengar suara memanggil manggil namaku.membangunkan aku dari lamunan.
"kamu ngelamun ya dipanggil gak jawab-jawab?!,mikirin apa sih?,kamu masih mikirin dia yah?"kata dia dengan muka agak cemberut
"eeh,gak...gak kok hehehe..."jawabku mengelak.
sambil menyeka airmata dipipi tanpa memalingkan wajah.tanpa sadar airmata sudah membasahi pipi pipiku.kenangan itu selalu membuat mataku berair.
"Kenapa kak?"tanyaku setelah memastikan tidak ada sisa airmata diwajahku.
"Gak papa!"jawabnya agak kesal.
"Hmmm,kaka marah yah?"sedikit membungkuk mencari mukanya.
"Enggak..."jawabnya dengan nada jutek.
pandanganku beralih ke piring diatas kursi bambu.masih rapih,pertanda belum tersentuh sama sekali.
"loooh kok siomaynya masih utuh?,kaka gak suka ya?"mencoba mencairkan suasana.
"suka,tapi sama tahu nya doank!"masih dengan muka jutek.
aku tersenyum mendapati ekspresinya
"Oooh,ya sudah aku makan yah?".
tanpa menunggu jawabannya akupun mendahului mengambil sepotong siomay.
"Eemmhh...,kaka gak makan ni?,ntar aku habis in lho hehehe..."ledekku.
dan akhirnya dia mengambil sepotong tahu.tanpa membalutkan pada bumbunya.karna dia gak suka pedas katanya.lalu mengambil lagi satu potongan kecil kemudian dia suapkan ke mulutku.tanpa malu aku menyambutnya.
"enak...?"tanya dy.diam,menunggu ekspresiku.
"emhh,gak begitu.tapi,lumayanlah buat ganjal perut hahaha..."jawabku.
berusaha menghabiskan sisa siomay di mulut.