ada satu hari yang biasa aku melangkah, pada satu ketika dimana angin bertiup sedikit lembut

kamu perlahan lambaikan tangan yang aku tak bisa dengan mudah mengartikannya

mengajaku ketempat mu, atau salam perpisahan dari sudut tegal alun..

padang rumbut menari sebagai latar adegan itu dan aku tegak berdiri mengamati mu dari jauh..

hanya menatap kosong tanpa tau harus berbuat apa..

aku bukanlah orang yang kau cari, aku tidak yakin akan hal itu.

kau pandai memainkan isyarat yang gagal aku artikan, selanjutnya aku hanya berjalan dan berlalu dengan angin..

kita tidak memainkan lakon apapun, kita juga tidak kehilangan apapun.. mungkin.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.