Langit meredup tanpa senyum, yang datang perlahan pergi. Biarkanlah aku beristirahat. Biarkanlah aku terpejam. Aku lelah.

Yang ada kembali tiada, aku terbaring diantara doa dan kerinduan.

Semua pasti akan sampai pada waktunya, dimana kata tak terucap menjadi sebuah kepastian.

Aku terlahir dibumi dan akan kembali ke bumi. Esok aku akan dikenang dan biarkanlah aku tenang. Selamat tinggal tawa. Selamat tinggal tangis. Aku akan selalu ada dalam ketiadaan meski hanya sekedar memastikan masih ada senyum di wajahmu, hapus air matamu dan ucapkanlah selamat tinggal untuku. Maaf aku harus pergi..

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.