Di satu soreĀ 
timbunan serbuk kayu
Setinggi lutut
Diterpa angin
Sehingga menyerbu

Sumanto punya mulut
Pula pasah fujiwara
Atau masahiro
Atau komatsu
Apa saja
Asal jepang

Serbuk kayu menatap haru
Tertimpa serbuk kayu
Yang telah selutut

Serbuk kayu nanti kubakar
Tuk mengasapi okeran lemari
Yang segera shellaqi

Cepat keringkan
Dengan serbuk kayu
Cepat padamkanĀ 
Dengan serbuk kayu
Cepat rapatkan
Dengan serbuk kayu

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.