Bayang ilusi

Sembari memandang langit merah , aku duduk tak berdaya , mencoba menerka-nerka tentang sebuah kebenaran
Sembari memandang daun-daun kelabu , aku termenung , menyaksikan daun-daun tersebut jatuh dari tangkai-tangkai pohon
Aku tertidur , ditengah padang rumput biru nan luas , yang tak henti-hentinya bergoyang karena terpaan angin
Sekarang aku bertanya tentang apa yang aku lihat , apa yang aku pandang sebagai sebuah warna yang masuk kedalam mataku .
Aku bertanya kepada seekor rusa yang melintas didekatku . Apakah yang ia lihat tentang dunia ini ? apakah langit masih berwarna merah seperti yang aku lihat , atau telah berubah menjadi kuning ketika memasuki matanya ? Apakah lautan tidak lagi berwarna biru ketika memasuki matanya ? lantas apa yang benar ? Sayangnya rusa itu telah pergi begitu saja sebelum sempat megatakan sesuatu . Mungkin ia gagal memahami kata-kataku .

Aku terdiam lagi , merenung akan sebuah jawaban . Decak kagum kepada ruang dan waktu ini tidak terbendung , namun apakah sebenarnya semua ini nyata adanya ? atau apakah ini hanya sebuah bentuk interpretasi mata dan otakku yang bisa mengubah segalanya ?
Apakah aku hidup dalam duniaku sendiri ? atau apakah semesta ini berada dalam diriku sendiri ?
Mata ini terlalu lemah untuk merasakan
Mata ini terlalu lemah untuk melihat semesta
Mata ini terlalu takut untuk mendengar
Mata ini hanya secuil alat untuk menciptakan ilusi ~