Abah

Ada bungkusan rapih, yang menyatakan kekeramatan, keteduhan, kenyamanan, kehormatan..

Sosoknya begitu gagah, meniupku dengan jutaan kiriman doanya. Abah adalah lelaki pertama dan selalu yang utama.

Semua wujud air kehidupan tak bosan dicairkannya padaku, penegas arti kemandirian.

Penuntun tersetia, penjaga terkeren, ajarannya selalu terpopuler. Bersyukur aku menjadi pemenang, dari jutaan sperma yang bertarung kala itu.

Dentum kemenangan ialah jendela pembuka, yang memaksaku tertegun pada arti sakral seorang Ayah.

Kini, tiap detik kompas peninggalan darinya ku pedomankan.

Abah, Terimakasih akan kekuatan, perjuangan, keuletan yang terus abah titiskan..

Yang aku tahu, aku hanya sang buta yang tak mampu meraba dunia dan abahlah penuntunku..

~Aku sayang abah.. :-)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.