
Rindu jarang menjenguk, tapi aku masih kembali.
rindu jarang menjenguk akhir-akhir ini
mungkin karena aku lekas tertidur. lelah
mengurusi hukuman-hukuaman atas diri sendiri
membayar hutang-hutang keinginan
tapi aku selalu kembali ke jalan
setiap malam. sebelum tidur
aku berkeliling-keliling di antara kantuk. taman, perumahan, pasar dan terminal
pergi ke tempat-tempat yang menyimpan dirimu
aku selalu pulang dengan kecewa
lalu kembali lagi esok hari
terus berusaha menyakiti diri sendiri
sambil terbahak-bahak seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
meski rindu jarang menjenguk
aku tetap kembali ke jalan
tempat di mana wangi rambutmu semerbak
memunggungiku. meninggakan masa silam.