Menyaksikanmu dalam persembunyian adalah keterbatasan yang harus aku ubah dalam persepsi yang berbeda. Dalam himpit kurasa bebas yang tak terhingga bersamamu. Misalnya seperti ketika kita berlarian di sebuah tanah lapang dan ditemani angin yang meliup menggoyang rumput, seperti yang selalu kulihat dalam sebuah tayangan film kesukaanku. Aku bebas membayangkanmu sedang menatapku dan aku melakukan hal yang sama, saat kita berdua sedang duduk di atas kursi kayu di bawah pohon yang rimbun di pinggiran kota. Entahlah, persembunyian ini buatku tahu bagaimana mengenal kebebasan dalam cara pandang yang lain..