the end of story for BLACKBERRY ?

dikutip dari scandra.com tulisan pada tanggal 2013/10/17

masih ingat dengan tulisan yang berjudul dengan What’s going on, Blackberry ? . artikel kali ini akan mengupas kelanjutan kisah dari blackberry yang semakin terpuruk ditengah persaingan smartphone dari iOS dan Android. Hal yang menarik tentu setelah kita melihat dan merasakan sesaat BBM rasa Android ataupun iOS pada ponsel smartphone dengan besutan OS masing-masing. Tetapi hal itu hanya terasa dalam hitungan jam saja. Hal ini terlihat dengan ditariknya BBM for multi-flatform tersebut dari masing-masing Apps Store yang ada. Dan yang menarik setelah satu hari dari launching sesaat BBM tersebut. Dikabarkan pula “BlackBerry Strikes Preliminary Go-Private Deal for $4.7 Billion” dan yang terakhir adalah surat “cinta” bagi pengguna BBM diseluruh dunia dengan berbagai bahasa yang disesuaikan dengan negara, dan tidak terkecuali bahasa Indonesia. Berikut link yang dapat dilihat bagi pengguna BBM di Indonesia. “Surat Cinta” bagi pengguna BBM.

Dengan melihat gejala yang terjadi dari artikel sebelumnya dan artikel ini, maka yang selalu menjadi pertanyaan berikutnya adalah : apakah ini akhir dari sebuah kisah sebuah perusahaan high-tech yang akan segera menempati batu nisan ? Mengapa hal ini terjadi, maka patutlah kita semua melihat apa yang sebenarnya dilakukan oleh Blackberry. Tentu sudah familiar bagi kita semua mendengar istilah “Blue Ocean Strategy” yang dipopulerkan oleh Prof. W. Chan Kim. Secara sederhana kita dapat melihat, bahwa Blackberry terlalu terlena dengan kondisi yang dimiliki dan lupa bahwa mereka telah berada di Red Ocean, dimana banyak pilihan bagi customer yang menginginkan hal yang lebih dari layanan BBM tersebut. Jika kita mengutip pemikiran dari Prof. Kim, maka seharusnya Blackberry melihat 3 layer dari customer yang berada diluar dari customer blackberry, yaitu “soon to be non-customers”, “refusing customer”, and lastly “unexplored non-customers”. dari ketiga layer tersebut, seharusnya blackberry dapat tetap menjadi raja di dunia messenger jika mereka berani mengambil suatu keputusan cepat dengan waktu yang tepat. Tetapi blackberry terlalu lambat didalam melakukan sesuatu sehingga mereka terjatuh kedalam red ocean dan ketika mau memasuki blue ocean, mereka kehabisan tenaga untuk mempersiapkan strategi dengan baik dan tepat. Mengapa demikian, yah hal ini terlihat dengan gagalnya launching perdana BBM for multiflat-form. Dan setelah kegagalanya pada launching perdana tersebut, blackberry menjanjikan dalam waktu sebulan mereka akan melakukan launching kembali, tepatnya pada tanggal 20 oktober 2013 ini. Dan jika ini menjadi mundur ataupun gagal kembali… apakah ini akhir dari suatu cerita Blackberry di planet bumi ini ? Jawabanya akan kita lihat dalam waktu yang akan datang, penulis hanya bisa melakukan analisa yang mungkin dapat tidak tepat tetapi analisa ini dibangun berdasarkan gejala yang ada selama beberapa bulan terakhir.