Dolly Saat Itu
: Silampukau — Si Pelanggan
Di keheningan malam yang dingin –di antara rumah, tempat karaoke, warung temaram, bunyi klakson, dan teriakan pemuda-pemudi. Jalan begitu riuh dan gaduh.
Dolly, ialah sebutannya. Permata berkilau yang bersembunyi di sudut jalang jiwa pria yang kesepian.
Dolly, ialah tempat. Di mana menyuakakan hati yang terluka oleh kejentakaan cinta dan hidup yang nestapa.
Ku tenggak bir dalam keadaan kafir
Rintihan wanita yang begitu bernafsu
Kasur bergoyang dan peluh berjatuhan
Lunglai tak terelakkan
Walau kini telah tiada
Semua telah berubah
Namun, percaya saja
Mucikari dan pelacur hidup abadi
(Makassar, 2016)