PESAN PADA SUATU HARI NANTI

ada kala di sore, langit memaksa kita pergi. angin memaksa tanah untuk terbang.

dan kau memaksa ku melarikan diri.

diantara labirin yang hancur. aku tak ingin tersesat, bagaimana bisa aku lewat jika semua tertutup tumpukan ego. kepala batu. kepala ku sendiri.

jika ada yang harus dirubah, maka aku ingin merubah arah.

berhenti menyalahkan gempa dan menangisi yang telah rubuh.

aku ingin jalan setapak yang teduh.

kala suara ku dan siapa terbawa angin, meresap ombak.

sambil pelan-pelan senyum kita ranum, lupa putih karena warna memenuhi bola mata.

Toapekong, 1 Oktober 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.