Belajar Bikin Wagashi

Akhirnya, ada yang baru lagi dipelajari. Kali ini ikutan workshop bikin Wagashi…ehm Japanese sweets yang bentuknya sesuai musimnya (kata senseinya)

Senseinya menginformasikan apa saja jenis Wagashi itu dan beberapa bahan untuk masaknya, biasanya terdiri dari bubuk kacang, kacang merah dan kacang putih. Lalu diberi pewarna makanan.

Nah, yang dipraktekkan kali ini bikin Nerikiri. Tuh yang gambarnya di atas. Karena musim gugur telah hadir, maka dipilih daun berwarna jingga dan bentuk Chestnut.

Selain itu, dikenalkan juga Youkan (mirip agar-agar tapi rasa Azuki), Daifuku (mochi yang di dalamnya bisa diisi bermacam-macam, kali ini isinya red beans alias Azuki). Juga ada Arare, semacam kerupuk gitu alias Senbe.

Biasanya agak kurang doyan Azuki karena kemanisan. Tapi yang kemaren dibikin sensei ituuu, aduh enak sekali. Gak manis dan lembut. Pas belajar membentuknya, oh tentu saja hasil kerajinan tanganku agak kegedean 😂. Tapi gak papa, besok-besok mau coba lagi.

Selanjutnya, juga dikenalkan apakah Wagashi cocok dengan berbagai jenis minuman. Peserta lain ada yang bawa Rum, Apple Wine dan Limited Sake (alkoholnya 60 persen hahaha). Sementara aku bawa Tongtji alias teh. Si Nerikiri dan teh tubruk ternyata enak banget (teh gak usah gula ya). Sake? Gak berani nyoba, 60 persen ajaa 😂

Menurut sensei, Daifuku dan Sake adalah perpaduan pas, karena sama-sama terbuat dari beras. Kalau aku suka Nerikiri dan Youkan. Senbe juga suka, tapi gak dipadukan dengan teh ya kayaknya.

Nerikiri daun, dicoba sendiri. Sementara yang Chestnut buat Toni, Youkan buat K, yang nunggu sambil main di taman. Lalu pulangnya kami makan Laksa di Harajuku. Senang senang 😍