Belajar Drama Klasik Musikal Jepang: Noh

Hari ini, saya merasakan pengalaman baru. Ini sebenarnya workshop dadakan, tadinya saya sudah membayangkan bakalan sulit, karena teater musikal kan olah tubuh dan suaranya harus keren. Ternyata? Memang iya, tapi sangat menyenangkan!

Noh, adalah salah satu drama klasik yang dimiliki Jepang sejak abad 14. Tadinya, adalah pertunjukan outdoor. Sehingga pencahayaan panggung, berasal dari alam. Kini panggung Noh, indoor.

Ceritanya berasal dari literatur klasik, mengenai hubungan manusia dengan Tuhannya. Penampil Noh, harus bisa menyanyi, menari dan berakting. Total.

Panggung Noh memiliki ciri khas Pohon Pinus. Kenapa? Pohon Pinus banyak tumbuh di Jepang, tiap tahun ada. Ini menggambarkan Noh yang bisa dilakukan sepanjang musim.

Berpegang pada keseimbangan, karena dalam pertunjukan Noh, Topeng adalah elemen yang penting. Tentu saja selain kostum yang berlapis.

Kami diajarkan cara berjalan, yang menurut saya mirip dengan cara jalan pengantin adat Solo. Selain itu tadi sensei juga menceritakan salah satu cerita klasik yang mirip Jaka Tarub. Tapi bidadarinya kembali ke bulan, dan menyampaikan rasa terimakasih ke manusia yang telah mengembalikan bajunya dengan menari.

Selain berjalan, kami juga belajar menyanyi. Dalam pertunjukan Noh, penampil harus bisa menyanyi. Suara yang diharapkan, adalah suara yang besar dan lantang, karena tidak ada mic penunjang. Lagu yang dikenalkan kepada kami pun sederhana, cara melagukan dilihat dari garis yang ditulis di bawah kata.

Sungguh pengalaman yang luar biasa, menyanyi dan berjalan di Panggung Noh. Gak yakin juga kalau tampil sendiri, percaya diri apa enggak. Tapi yang jelas kalau barengan, gak masalah 😁

Hari ini senang sekali dapat pengetahuan baru!

PS: Foto bersama, milik ICT