Belajar Mengenal Kebudayaan Jepang

Kalau tidak diajak si petualang Chika rasanya belum pasti juga merasakan pengalaman menarik ini.

Mulai dari berpakaian tradisional Kimono (sebenarnya punya sih Kimono, tapi belum lengkap Obi dan lainnya), mencoba membuat matcha (baru tahu juga kalau matcha itu daun teh yang masih muda, makanya mahal. Beda dengan ocha), sekaligus mencicipi cemilan ringan dari Okinawa yaitu Kue Manju Kokuto (black sugar)

Foto di atas itu, tolong jangan fokus ke muka sumringah norak itu. Tapi lihat ke alat musik yang konon harganya mahal itu, namanya Koto. Kami mencoba memainkan beberapa lagu sederhana berbahasa Jepang. Lalu ada satu lagi alat musik Sanshin yang juga diperkenalkan, tapi yang bisa main itu Chika 😁

Oh, ini seperti workshop singkat selama kurang lebih 2 jam di salah satu Airbnb yang ada di area Tokyo. Host-nya bernama Yuka-san, ramah sekali. Terus punya anjing mungil lucu yang minta perhatian, pas datang, udah ribut mau ngajak main. Rumah si host ini, dekat dengan warung kaiten sushi. Jadi setelah workshop, bisa mampir makan siang. Laafff.

Pengalaman yang asik, tentu saja dengan sedikit drama khas ibu rumah tangga (pas nyampe tempat workshopnya, ditelpon sekolah anak) 😆😆

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.