Sofia Kartika
Jun 9, 2019 · 4 min read
Image for post
Image for post

Icip Menu Mie Musim Panas (Cold Noddles)

Sejak K doyan dengan jenis Zaru(?) Udon. Itu Udon yang cara makannya cuma dicelup aja. Kategori Cold Noddles ini, jadi sedikit familiar. Secara kalau orang Indonesia, apalagi lahir di tempat Bakso dan Cwiemie berada, tentu mi kuah hangat adalah keseharian.

Image for post
Image for post

Pas Lebaran kedua lalu, diajak teman untuk mencicipi menu-menu mie musim panas di Yorokobi kitchen. Workshopnya ada di daerah Ryogoku (gak heran banyak turis datang ke sini, karena setelah nonton Sumo, ke museum, bisa workshop Japanese food di sini).

Image for post
Image for post

Oke, balik lagi ke acara icip-icip. Karena temen yang ngajakin agak sedikit telat, terus salah ambil exit (padahal temenku pernah ke sini sebelumnya 😆). Ternyata tempat Yorokobi kitchen ini gak jauh dari stasiun. Terus juga di area Ryogoku ini, banyak kedai kopi dan makanan (yang tampak tradisional).

K ikut, soalnya jamnya nanggung. Jadi dijemput sekolah dari awal. Belajar bisa dari mana aja kan? 😆*Mak ngeles*

Image for post
Image for post

Sampai dapurnya, ternyata ada peserta dari Taiwan yang ikutan. Kami ngobrol soal berbagai macam mie, sampai tren minuman tapioca/bobba tea di Tokyo. Sambil mempersiapkan menu yang akan dicoba. Yorokobi kitchen ini digawangi oleh Nahoko-san. Dia pernah ngajar K bikin Sushi. Bisa Bahasa Inggris juga, orangnya ramah juga.

Image for post
Image for post

K, kalau soal Mie memang paling doyan. Ini jenis Mie dingin yang digunakan adalah yang warna merah (gambar ke-4), dari produsen Shigeno Seimen ternyata halal (baru tahu, barusan browsing). Btw, penutup kepala yang dipakai itu tenugui khas dari brand ini.

Oke, lanjut ke menu Mie dingin untuk persiapan musim panas. Ada 3 menu yang kami coba hari itu. Yay! Inspirasi menunya dari Jepang, Cina dan Thai.

Image for post
Image for post

Menu pertama! Ume Shabu Tsukemen. Mie yang sudah direbus, ditiriskan. Disajikan dengan irisan daging, Daikon, dan daun (maap lupa namanya, tapi mirip yang dipake buat campuran seafood bowl). Lalu, mentsuyu dituang dicampur dengan wijen. Kalau mau mencoba sensasi asam, bisa ditambahkan Umeboshi (yang dicacah), masukkan ke mentsuyu. Ini seger banget!

Image for post
Image for post

Lanjut! Menu kedua, Chinese Chicken Noodle with Mala. Ini terinspirasi dari Hiyashi Chuka (memang menu yang biasanya muncul di musim panas). Mie seperti biasa, tiriskan, ada daun (lagi-lagi lupa namanya, tapi hafal bentuknya), Tomat iris, Kecambah rebus, dan ayam yang dimasak dengan soy sauce, wijen, jahe, bawang putih, Chinese Pepper dan beberapa lainnya (rasanya mirip topping mie ayam gagrak Jogja-Wonogiri minus kecap manis kental).

Image for post
Image for post

Mirip kan sama Mie Ayam? Cuma kuahnya dingin aja ini. Kalau mau tambah sensasi pedas (di mulut) bisa ditambah Rayu.

Image for post
Image for post

Ini adalah dua bumbu yang ditambahkan buat nambah tingkat kepedasan. Pedesnya semriwing aja sebenarnya. Penasaran kalau misalnya pake saos sambel ala Indonesia cocok apa enggak 😁😁

Image for post
Image for post

Menu ketiga! Hayo coba apa hayo? Hmmm, yang ketiga ini, kuahnya agak hangat. Mie dingin dan kuah agak hangat pedas, Thai Chicken Curry Noddle. Thai Curry-nya versi Green Curry (biasanya pedas). Isinya Rebung, Ayam, dan kacang-kacangan. Btw, Daun Basilnya enak ternyata dicelup kuah Kari.

Image for post
Image for post

Ini mie-nya langsung dicelup juga ke kuah Kari-nya. Ah, baru ingat, seperti Laksa! Saya ingat-ingat ini seperti masakan apa ya, karena kalau Kari, identik dengan nasi, rice cake alias Lontong atau Ketupat, juga pakai Naan. Ya, ini seperti Mi Laksa. Tapi jenis mie-nya berbeda.

Image for post
Image for post

Nahoko-san membuat resep Kari ini, sungguh pas pedasnya. Sesungguhnya, saya tertarik makan Thai Chicken Curry ini dengan nasi dan kerupuk aci, hahahha. Enak banget ini tipikal Green Curry.

Selanjutnya karena mie-nya masih ada, K masih makan mie dengan mentsuyu. Doyan banget dia. Menu kedua dan ketiga, dia gak coba, karena sedikit berempah. Iya, anaknya doyannya yang rasanya light cenderung tawar 😆😆😌.

Dari ketiga menu di atas, paling suka yang pertama. Daging dan daun segarnya cocok sama Mie dan mentsuyu+wijen. Kedua, menu kedua, ketiga, Kari paling enak pakai nasi 😁(pecinta karbo banget)

Image for post
Image for post

Setelah haha-hihi bersama tim Yorokobi dan peserta, kami langsung pamit. Tentu saja karena sudah kenyang. Senang sekali bisa mencicipi menu mie dingin ini. Bisa ujicoba di rumah, persiapan musim panas 😁

Kalau bikin sendiri, mau bikin yang mana? 😁

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch

Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore

Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store