Merangkai Ikebana

Ikebana, seni merangkai bunga ala Jepang yang mengandalkan kesederhanaan. Sejauh ini, hal itulah yang saya tangkap setelah mengikuti workshop merangkai Ikebana di Jiyugaoka, Tokyo, beberapa waktu lalu.

Workshop singkat dua jam, diawali dengan mengenali perbedaan jenis rangkaian bunga ala western dan Ikebana. Ikebana memang lebih sederhana. Karena ada aturannya.

Di bagian kotak itu adalah tempat menyusun bunga. Aturan yang harus diperhatikan adalah, bentuknya harus segitiga. Bunga yang akan ditambahkan di ruang yang kosong, tidak boleh melebihi garis segitiga. Puncak segitiga adalah nomer 1, lebih tinggi dari sisi yang lain.

Bunga Millet yang hijau, diletakkan di nomer 1 dan 2. Nomer 2 lebih rendah dari nomer 1. Sedangkan bunga putih, nomer 3, lebih rendah tingginya dibanding nomer 2.

Selanjutnya, mengisi ruang kosong. Biasanya ruang kosong di tengah diisi daun, tidak terlalu penuh. Sebenarnya ini ada sisi filosofi tentang kehidupan (menurut saya), karena nomer 1, bunga di puncak segitiga adalah Tuhan (sensei menjelaskan ini sedikit), lainnya adalah elemen kehidupan.

Dan dalam mengerjakan Ikebana, suasana harus tenang. Karena itu mungkin Ikebana juga dicari beberapa orang untuk mencari ketenangan. Melihat tampilan bunga yang sederhana dan tidak “penuh” memang sedikit berbeda. Saya mulai menyukai Ikebana 😍