Apa yang paling kau rindukan dari dia yang jauh?
Apakah bau minyak telon, omelan atau lembut katanya yang melekat dalam kepalamu bersama malam yang senyap dan jubelan ceritanya?
Jujurlah pada rasamu. Atau biar kutebak sekarang di antara malam-malammu yang tak lagi sama. Kau mendamba kembali debat-debat kecil di mana suaranya yang lembut mengungguli tingginya nada bicaramu bukan?
/1/
Kini giliranmu yang akan jauh. Meninggalkan banyak hal untuk menjemput banyak hal.
Tapi jika suatu saat jauh membawamu kembali mendekat, biarkanlah dia yang memilih. Upayamu adalah kembali, bukan memaksa diri untuk berusaha memilikinya sekali lagi.