Kepadamu sajak ini kutuliskan. Bersama kerelaanku menanggalkan sejuta alasan meragui.

Kepadamu kutundukkan superioritas akalku. Kusembunyikan di balik tirai sementara kumunculkan jiwaku menemuimu.

Kepadamu kuserahkan sisa tenagaku untuk berjalan. Agar aku berhenti dan tak mampu lagi pergi setelah di hadapanmu.

Kepadamu tujuanku kutambatkan. Tak ada lagi visi tertinggi yg bisa melampauinya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.