Mati bersama kopi

Hasil plot persamaan entropi lubanghitam yang tidak sinambung.

“Biarkanlah saya mati bersama kopi saja, bukan dengan para wanita dengan bokong besar dan payudara yang tak muat di genggaman.”


Saya rasa, gaya hidup yang saya pilih sungguh tak baik untuk kesehatan diri. Baik dari segi kesehatan fisik yang umum-umum ataupun moncernya proses reproduksi.

Terbiasa begadang dan minum kopi jelas berpengaruh pada kualitas sperma. Tapi apa guna sperma kalau tidak ada istri?


Sederhananya, gaya hidup fisikawan teoretik adalah gaya hidup soliter. Nyaman dalam kesendirian. Namun dalam kesendiriannya, ia tetap memelihara niat baik menyampaikan pengetahuan.

Bahaya gaya hidup soliter adalah saya akan dianggap sangat membosankan di hadapan para wanita. Walau sememombasankan bagaimanapun saya, tetap saja ada yang mau.


Untuk hidup biarlah saya ditemani wanita yang baik. Tapi untuk mati, biarlah kopi saja yang berbaik hati mengantarku ke kuburan.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Muh. Syahrul Padli’s story.