Pada duniaku yang terbalik

Sebuah sajak lama

Ketika kau membaca sajak ini, mungkin ubanku telah hampir mewarnai seluruh kepala dan tulang-tulangku sudah remuk dihajar masa.

Ketika kau mulai sadar ketakpatuhanku pada keputusasaan, kau mungkin berbalik mengejekku sebagai tua renta yang bersifat kekanak-kanakan.

Bahkan ketika terbitnya matahari mulai terbalik, dan dunia membagai, ketahuilah, aku akan ada sebagai orang yang tak akan berbalik barang satu langkah untuk mrncintaimu.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.