Pada perihku kutitipkan salam. Bersama sajak-sajak harian yg enggan ditulis dalam kertas.

Kuharap ia tak membercandaiku sekarang.

Karena hidupku akan hancur jika perihku pun enggan datang menyapaku.

Like what you read? Give Muh. Syahrul Padli a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.