Buket Bunga dan Makanannya
Seri 100 Hari Menulis — Day 8

Salah satu konstruksi sosial yang umum diterima masyarakat di berbagai belahan bumi menyatakan bahwa kegiatan memberi bunga untuk pasanganmu akan membuatmu dinyatakan sebagai laki-laki romantis.
Salah satunya mungkin karena sejak lama di dunia sinematografi — adegan pemberian bunga dari laki-laki ke wanita ini; acapkali menjadi penanda tentang scene awal cinta-cintaan di film drama.
Walau kini banyak jenis bunga yang dijual oleh florist-florist online — yang paling populer dari dulu sampai sekarang masih saja mawar merah. Demi artikel ini, saya melakukan sedikit telusur sejarah mengenai fenomena ini.
Sejarah Mawar
Sejarah tentang mawar merah dan percintaan ini ternyata banyak versinya, dan jejak fosil tentang bunga ini sudah ada sejak puluhan juta tahun yang lalu. Cleopatra bahkan memenuhi kamarnya dengan kelopak bunga mawar merah, konon agar setiap kali Marc Antony melihat atau mencium bunga mawar, akan teringat atas bau badannya.
Konstruksi sosial ini tampaknya diawali oleh mitologi Yunani, bahwa mawar merah ini adalah ciptaan dari Aphrodite — sang dewi cinta, pada saat Adonis; salah satu pacarnya yang seorang manusia biasa mati akibat kecemburuan Ares (yang juga pacarnya Aphrodite sih). Saat itu darah Adonis mengalir di tanah bersama air mata dari Aphrodite, dan tumbuhlah mawar merah pertama di dunia, simbol cinta abadi mereka.
Bunga yang Cepat Layu
Hubungan saya sendiri dengan bunga sebenarnya ya biasa saja. Menurut saya ngga ada salahnya ngikutin konstruksi sosial dengan menganggap bunga itu romantis. Hanya saja — ada problem yang cukup mengganggu kalau beli bunga di florist (terutama di Indonesia), selain ngga banyak yang jual, isu utama adalah durability.
Pernah beli bunga trus ngitung berapa hari dia masih bisa tahan segar? Saya pernah membelikan sebuket mawar untuk pasangan saya — dan walaupun diletakkan di pot dengan air seperti instruksi penjualnya, tetap saja dalam hitungan 2 hari maksimal bunganya sudah layu dan harus dibuang.
What a waste.
Alasan inilah yang membuat saya bertahun-tahun tidak pernah membeli bunga mawar atau lainnya di florist. Ada pengecualian tentunya — jangan dikira saya ngga pernah beli bunga lho. Hampir setiap minggu saya selalu beli bunga kok, yaitu brokoli. Selain bentuknya indah dan segar, juga enak dimasak ca.
Ya walau kadang suka bingung kenapa kegiatan beli brokoli ngga pernah dianggap romantis oleh pasangan saya. Padahal kan sama-sama bunga dan malah zero waste soalnya ngga akhirnya ngga dibuang tapi dimakan. Ya bener kan? 😭
Pada saat pasangan saya nyusul ke UK (tempat saya tinggal sementara sampai akhir tahun ini), saya memutuskan untuk membeli sebuket bunga mawar. Selain alasan romantis, juga karena hampir di setiap pojok ada yang jualan bunga, jadi bisa dikatakan less effort dibanding kalau di Jakarta yang harus masuk mall dulu atau pesen ke tokped (I hope she still loves me after reading this article).

Nah, ternyata di sini (mungkin juga di negara lain) kalau kita beli bunga, bakal dikasih satu sachet flower food yang fungsinya ngasih nutrisi bunga setelah ditaruh di vas berisi air.
Instruksinya cukup sederhana. Begitu sampai rumah, tangkai bunga dipotong 1cm pangkalnya, dikasih air 1 liter yang sudah dicampur oleh flower food ini.
Hasilnya? Ternyata beda banget ketika beli di florist di Jakarta waktu dulu itu. Dengan ini buket bunga bisa tahan lebih dari seminggu. Bahkan kuncup yang tadinya belum mekar, setelah beberapa hari akan mekar sempurna di rumah.
Nah, kalau begini ngga rugi — karena selain memberi sinyal romantis, juga ternyata punya fungsi lain sebagai pewangi natural dalam ruangan — jauh lebih enak baunya dibanding pakai pengharum ruangan semprot yang biasanya itu. Untuk harga juga ternyata malah lebih murah di sini dibanding kalau beli di Jakarta (sebuket cuman rata-rata £6 vs Rp 150rb-an)
Fungsi Flower Food
Saya penasaran seketika setelah tahu hal ini. Dengan sedikit googling ternyata cara bikin flower food gampang juga — artikel dari TheKitchn ini bisa jadi salah satu rujukan.
Ternyata bahan-bahan utamanya cuman ada 4 dan bisa bikin sendiri sebenarnya. Berikut daftar dan fungsinya:
- Gula; yang berfungsi memberikan glucose sebagai sumber nutrisi bunga
- Cuka/Vinegar/Perasan lemon — atau apapun yang bersifat acid; fungsinya untuk menjaga keasaman air
- Bleach/Bayclin/Chlorin; ini fungsinya sebagai antibiotik agar cairan bebas dari bakteri atau jamur.
- Air — fungsinya ya sebagai medium osmosis untuk mengantarkan bahan-bahan diatas sampai ke ujung kelopak bunga.
*untuk komposisinya, kayaknya saya ngga berkompeten — googling aja ya kalau beneran mau bikin :p
Nah saya harap sih florist-florist di Indonesia juga bakal menyertakan flower food ini, saya jamin bakal bikin lebih laris deh (atau malah ada yang udah ngasih ya?)
Jadi, sudah beli bunga kah kamu buat pasanganmu?
