
Semenjak menemukan menu Crni rižot od sipe (Black Risotto a.k.a Nasi Sotong) di perjalanan saya di Kroasia, saya bertekad untuk melakukan reverse engineer menu ini — atau memasaknya sendiri. Problemnya, di Bristol ini saya susah sekali menemukan toko atau pasar yang jualan sotong utuh masih ada tintanya . Saya lalu ingat satu episode seri The Chef Show di Netflix yang masak pake cumi tinta kalengan, jadi saya pikir pasti ada juga yang jual di sini.
Nah, setelah pencarian di beberapa supermarket online dan amazon tetap juga ngga nemu, salah satu teman kantor merekomendasikan saya sebuah toko bernama Chandos Deli daerah Clifton, kira-kira 20 menit jalan kaki dari apartemen saya. Dengan determinasi luar biasa pengen makan nasi sotong, berangkatlah saya ke sana di hari Sabtu kemarin — meskipun suhu hari itu kurang dari 10ºC, dan hujan pula.
Toko ini sebenarnya mirip dengan versi mini-nya Indoguna di Jogja — banyak bahan-bahan impor, tapi paling banyak ya dari Itali dan Prancis. Sayangnya, si tinta cumi kaleng yang saya cari lagi habis. Yang jual sih menjanjikan buat barangnya ada, tapi baru minggu depan. Lah, pengennya sekarang :/
Cangkang Bekicot
Salah satu kegiatan yang saya nikmati adalah masuk ke toko groceries yang berjualan macam-macam bahan makanan, apalagi yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya bisa berlama-lama menghabiskan untuk membaca satu-per-satu label setiap (bahan) makanan asing dan membayangkan apa menu yang bisa saya buat dengan bahan ini. Beda banget kalau ke toko baju, baru bentar saja udah pusing :(
Dan mata saya terpaku pada bahan ini. Setengah tidak percaya saya membaca pelan pelan label harganya:
Escargot de Bourgogne Kit £18.99
Ya. Saya ngga salah lihat. Dijual cangkang bekicot (isinya kayaknya sekitar 25pcs) harganya kalau dirupiahkan sekitar Rp 350,000 😅
“Excuse me, what’s this for?” saya nanya ke penjualnya saking penasaran.
“Well, some french restaurant serves the escargot in their shell on their menu, so we sell them separately..” mas penjual berlogat Italia kental menjawab.
“Ummm… OK”
Saya mengangguk sambil membayangkan betapa banyaknya bekicot di halaman rumah saya dulu di Comal, sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Para bekicot ini muncul kalau habis hujan — dan saya dulu juga nggak pernah terpikir sama sekali kalau hewan ini jadi makanan fancy di belahan dunia yang lain.
Mahal anjir pula harganya. Hasil googling sebentar ternyata ada restoran namanya L’Escargot — yang dari namanya tentunya juga pasti jualan bekicot — di London. Di resto ini harga 1 porsi bekicot isi 12biji adalah £32 atau ya sekitar Rp 580rb. Hehehe.
(Kayaknya) Enakan Keong Sawah
Saya (kayaknya) belum pernah makan Escargot, atau kalaupun sudah berarti rasanya biasa saja — karena kalau emang enak banget pasti inget. Karena nggak inget, ya berarti biasa saja :D
Kalau disuruh milih saat ini, antara Escargot dimasak pake garlic parsley butter atau Keong Sawah dimasak pake bumbu santan tipis pedas plus bawang goreng kayak yang dijual Mak Kiwil di deket kampung saya dulu, ngga bakal pikir panjang saya pilih yang terakhir deh 😝
