Sangkar Burung

terjemahan satu puisi dari David Gascoyne

David Gascoyne ( 10 Oktober 1916–25 November 2001)

Pada malam yang terjaga
Hutan berhenti bertumbuh
Kerang-kerang mendengar
Bayang-bayang di kolam berubah jadi abu-abu
Mutiara larut di bawah bayang-bayang
Dan aku kembali kepadamu

Wajahmu ditandai di permukaan jam,
Tanganku mengusap rambutmu
Dan jika waktu yang tertandai burung terlepas
Dan jika mereka terbang menuju hutan
Jam tak lagi menjadi milik kita

Kita adalah sangkar burung berukir
Secangkir air yang meluap
Kata pengantar sebuah buku
Dan seluruh jam yang berdetak
Seluruh ruang gelap yang bergerak
Seluruh ruang saraf yang telanjang

Setelah terbang
Waktu yang dipenuhi bulu tak akan kembali
Dan aku pun sudah semestinya harus pergi


David Gascoyne lahir pada tahun 1916 di Harrow, Middlesex, dan bersekolah di Salisbury Cathedral School dan Regent Street Polytechnic, London. Koleksi puisi pertamanya, ‘Roman Balcony and Other Poems’ diterbitkan saat berusia enam belas tahun. Puisi ini saya terjemahkan dari salah satu puisinya yang ada di Poem Hunter.

Like what you read? Give Wawan Kurn a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.