Sangkar Burung
— terjemahan satu puisi dari David Gascoyne

Pada malam yang terjaga
Hutan berhenti bertumbuh
Kerang-kerang mendengar
Bayang-bayang di kolam berubah jadi abu-abu
Mutiara larut di bawah bayang-bayang
Dan aku kembali kepadamu
Wajahmu ditandai di permukaan jam,
Tanganku mengusap rambutmu
Dan jika waktu yang tertandai burung terlepas
Dan jika mereka terbang menuju hutan
Jam tak lagi menjadi milik kita
Kita adalah sangkar burung berukir
Secangkir air yang meluap
Kata pengantar sebuah buku
Dan seluruh jam yang berdetak
Seluruh ruang gelap yang bergerak
Seluruh ruang saraf yang telanjang
Setelah terbang
Waktu yang dipenuhi bulu tak akan kembali
Dan aku pun sudah semestinya harus pergi
David Gascoyne lahir pada tahun 1916 di Harrow, Middlesex, dan bersekolah di Salisbury Cathedral School dan Regent Street Polytechnic, London. Koleksi puisi pertamanya, ‘Roman Balcony and Other Poems’ diterbitkan saat berusia enam belas tahun. Puisi ini saya terjemahkan dari salah satu puisinya yang ada di Poem Hunter.
