Catatan Perjalanan : Ada Apa di Bangka ?

Ada apa di Bangka ?!

Pertanyaan itu yang selalu ditanya ke gue sebelum berangkat dalam perjalanan ini. Bangka memang gak setenar pulau sebelahnya yaitu Belitung yang sudah jadi tujuan wisata lokal dan internasional. Tapi menurut gue suatu daerah dimanapun itu pasti memiliki sesuatu yang menarik. Catatan perjalanan singkat di Bangka yang gue buat ini bisa ngejawab itu. Jadi ada apa di Bangka?!


Perjalanan singkat gue cuma tiga hari dua malam kali ini ke Pangkal pinang sebelum melanjutkan perjalanan laut dari Bangka ke Belitung. Dimana tuh Pangkal Pinang? letaknya di pulau Bangka di Provinsi Bangka Belitung (Babel) dikawasan Sumatra di Barat Indonesia.

Transportasi

Banyak penerbangan langsung dari Jakarta — Soekarno Hatta (CGK) ke Pangkal Pinang — Depati Amir (PGK). Dengan rate harga mulai 250 ribu. Selain dari Jakarta penerbangan langsung ke Pangkal Pinang bisa melalui Palembang, Batam dan Tanjung Pandan. Jarak dari Bandara ke kota Pangkal Pinang tidak terlalu jauh sekitar sepuluh menit dengan jarak sekitar 5 km aja.

Transportasi untuk keliling kota bisa menggunakan taksi (blue bird udah tersedia disini), ada juga penyewaan motor atau mobil, dan selain itu ada juga angkutan umum hanya saja trayek jalan sedikit sulit buat yang pertama kali ke Pangkal Pinang jadi gak gue saranin. Selama disini gue kebeneran punya teman yang bantu guide-in selama disini. Jadi dianter jemput deh. Duh rejeki anak sholeh banget kan.

Akomodasi

Banyak kok hotel berbintang di sini. Tapi dasar gue lagi cari yang murah meriah ala kantong backpacker akhirnya setelah searching sana sini, gue tetapin nginep di Brilliant inn di daerah Gudang Padi – Pangkal Pinang. Kamar disini rate nya mulai 125 ribu untuk kamar mandi luar dan 150 ribu untuk kamar mandi dalam per malamnya.

Biar murah muriah tapi cukup bersih dengan luas kamar yang cukup besar untuk sendiri dan itu sudah dilengkapi sama AC dan Televisi. Lokasinya juga deket jalan raya dan gak jauh dari tempat makanan jadi gak usah kawatir susah cari makan. So recoment deh buat yang budgetnya pas-pasan tapi masih ngutamain kebersihan kayak gue.

Tempat Wisata

Karena waktu gue yang singkat di Bangka, gak banyak tempat wisata yang sempet gue datengin. Ini beberapa tempat yang bisa jadi referensi dalam perjalanan singkat di Bangka.

  1. Kolong Biru

Kolong biru letaknya persis dipinggir jalan lintas antara kota Pangkal pinang dan Sungai liat. Sebenernya ini sebuah tempat bekas galian tambang timah yang banyak di daerah Bangka dan terisi air sehingga menjadi seperti danau dengan warna hijau ke biru-biruan. Tempat penambangan yang sudah tidak terpakai banyak ditemukan di sepanjang jalan. Saran gue sebisa mungkin jangan coba buat mandi atau bermain air di bekas galian tambang karena kandungan kimianya yang masih ada sehingga tidak baik buat kulit.

2. Vihara

Letaknya sekitar 27 km dari Pangkal Pinang. Vihara yang baru di resmikan tahun 2015 lalu ini menjadi daya tarik yang menarik. Vihara ini dibangun selama lima tahun dari sumbangan penduduk Bangka yang dimana etnis tionghoa nya cukup dominan diantara penduduk melayu Bangka.

Letaknya juga yang diatas bukit batu dengan pemandangan pantai tikus yang berbatu granit tinggi. ari pelataran vihara ini membuat gue nyaman menikmati angin laut dan pemandangan birunya laut dari atas disaat panasnya udara disana.

3. Pantai Parai Tenggiri

Pantai ini terletak di sebuah resort yang di bangun oleh pihak swasta. Dari Pangkal Pinang jaraknya sekitar 37 km melewati ibukota kabupaten Bangka yaitu Sungai liat. Biaya masuknya aja untuk ke pantai sebesar 25 ribu per orang. Ternyata resort ini sudah cukup lama dibangun sekitar tahun sembilan puluhan karena terlihat dari gaya bangunannya yang modern pada masa itu.

Di pinggir pantai kita bisa mencoba restoran atau berenang di kolam renang yang berada di bibir pantai. Di pantai Parai ini ada jumbatan beton yang menghubungkan ke sebuah restoran ‘The Rock Island Grill and Bar’ yang letaknya memang di atas sebuah pulau yang dipenuhi batu granit besar. Sayang pas gue kesana ini resto sedang tutup.

Pantai Parai memiliki pasir pantai yang sangat halus seperti bubuk gula dan juga identik dengan batu-batu tinggi yang mencirikan banyak pantai di daerah Bangka Belitung lainnya. Dari Pantai Parai kita tidak bisa melihat Sunset karena jatuhnya tepat dibelakang Resort tapi buat yang mau berburu sunrise, disini tempatnya. Pantai parai walaupun makin meredup pamornya ketimbang pantai di Belitung tetapi pantai Parai masih cukup ramai untuk dijadikan tempat wisata penduduk Bangka.

4. Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi adalah pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Jarak menuju pantai Pasir Padi dari Kota Pangkal Pinang hanya 7 km. Garis pantainya juga panjang antara 100 – 300 meter dengan pasir halus yang padat dan ombak yang tenang. Sepanjang pantai banyak kedai yang berjualan makanan yang bisa dinikmati bersama deru ombak dan angin laut. Sayang gue kemari udah kemaleman karena kota Bangka hari itu diguyur hujan deras. Tetapi pantai ini masih bisa dinikmati diantara senja yang mulai menghilang.

Kuliner

Banyak temen gue yang nyaranin buat wisata kuliner di Bangka. Karena budaya melayu dan tionghoa yang kental disini yang akhirnya berpadu jadi satu yang nyiptain makanan khas Bangka yang jangan sampai dilewatin. Ini beberapa tempat yang gue cobain.

  1. NAD Kantin Fresh Room the Kitchen Bangka Taste

Dari rekomendasi temen gue yang asli orang Bangka, dia nyaranin gue makan yang namanya ikan lempah kuning. Ikan lempah ini di bumbu kuah kuning yang gak pekat kayak kare tapi lebih seperti kuah sop yang berwarna kuning dengan rasa kuahnya yang ternyata asam-asam pedas yang bikin makan siang waktu itu semakin nikmat. NAD Kantin termasuk kedai makanan yang gak pernah sepi pengunjung, jadi yang pengen cobain ikan lempah ini bisa disini.

2. Pauw’s Kopitiam Cafe

Pauw’s Kopitiam Cafe terletak di Sungai Liat dan termasuk cafe favorit disini karena makanannya yang cita rasanya menggoda dan selama disana gue liat disana gak pernah deh sepi pengunjung. Di Pauw’s Kopitiam Cafe ini banyak banget menu makanan dan minumannya, milih makanan disini berasa ngerjain UAN daftar menu nya panjang. Disini gue nyobain es kopi cream dipadu dengan roti panggang kayu manis. Rasa kopinya yang strong kerasa banget sampe bikin asam lambung gue naek malem itu. Tapi tetep harus dicoba donk yah kapan lagi mumpung di Bangka.

3. Tung Tau

Sapa yang gak kenal Tung Tau, Resto Legend berasal dari Sungai Liat yang berdiri sejak tahun 1938. Sekarang Tung Tau dapat ditemui di beberarapa lokasi di Pangkal Pinang. Apa yang khas di resto ini, Kopi dan Roti Panggangnya yang menggoda karena dibuat sendiri alias homemade sehingga teksturnya lembut. Disini gue nyobain es teh tarik yang bener enak banget, kental dengan rasa susu dan teh nya yang tajam dipadu bersama roti panggang srikaya nya yang lembut. Bikin udara panas kota Pangkal pinang yang terlupakan.

4. Acau Martabak 89

Gue dibesarin dengan makanan yang namanya Martabak Manis Bangka yang suka dibeliin ortu gue buat camilan dirumah. Ini yang dipikiran gue ketika ditanya ‘ngapain ke Bangka?’ pasti bakal gue jawab ‘mau makan Martabak !!’. Banyak penjual martabak di pinggir jalan kota Pangkal Pinang tapi Acau martabak 89 ini termasuk yang rekomen, kita perlu ngantri panjang dulu karena rame banget dan kalau beli sebisa sore mungkin karena bisa dipastiin bakal kehabisan. Ternyata taste beda banget dengan martabak Bangka yang dijual dikota lain. Rasanya lebih manis dengan susu dan butter yang melimpah bikin teksturnya jadi lebih lembut. Hmmm,, istimewa. Jadi gak nyesel gue ke Bangka buat dapetin martabak istimewanya Bangka. You must try,,

5. Otak-otak Ase

Selain martabak ada yang gak kalah istimewanya yaitu otak-otak. Banyak penjual otak-0tak di Pangkal Pinang salah satunya otak-otak Ase. Dimana rasa kenyal ikan tenggirinya benar-benar mewah alias enak banget dipadu dengan tiga saos pilihan yang sudah disediakan dimeja bikin ketagihan lidah. Kalau gak pengen balik lagi karena kangen rasanya mending jangan berani buat cobain deh. hehehe,, you must try,,

Sedikit catatan perjalanan singkat gue ke Bangka. Sebentar tapi cukup mengesankan dan pasti bikin kangen sama taste makanannya. Jadi ‘Ada apa di Bangka?’ Ada banyak yang bisa dicobain dan diexplore. Semua tempat itu menarik bagaimana kita aja bisa melihat sesuatu dan membuat sesuatu itu jadi menarik.


Sekarang gue harus pindah tempat ke pulau sebelah dulu yee,, see u again,,

Pangkal Pinang (24 Maret 2015)

Wuri Kinanti


Nb: Thanks banget buat Putra sama Rasyid yang udah host in gue di sini. 😊

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Wuri Kinanti’s story.