Kau dan Mimpi yang akan ada.

Di setiap hening
aku senang memperhatikan kening
kau yang menguning
tersorot lampu gedung bertebing.

Langkah kakimu
adalah jejak mati mimpi-mimpiku.
Derai rambutmu adalah pita 
di setiap hadiah ulang tahunku.

Aku seperti menunggu kerajaan masa lampau di negeri jauh mati.
Kau adalah mimpi sebuah beruang liar Yang tetap mengakui dirinya bukan nabi.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.