Menjauh dari Kenangan

Casper
Casper
Jul 21, 2017 · 1 min read

Benarkah perjalanan dapat menyembuhkan luka hati?
Meskipun tempatmu kembali adalah kubangan kenangan.

Aku telah melangkah jauh.
Ke ujung lain pulau.
Ke tempat-tempat asing.
Bahkan hingga melampaui batas-batas daratan.
Tapi setiap kali kembali aku tetap merasakan sesak yang sama.
Sepi yang sama.
Serbuan kenangan yang sama.

Kenangan itu pekat.
Seolah menyatu dengan udara.
Kuhirup setiap saat. Setiap detik.
Bahkan saat tidur pun. Memenuhi rongga dadaku.
Hingga ketika terbangun ada sesak tak terjelaskan di dalam sana.
Yang harus kutumpahkan dalam air mata.
Seolah setiap aku tidur, ada yang mengisi dadaku dengan bergalon-galon air.

Aku bertanya-tanya, "Kapan ini berakhir?"
"Ketika air mataku habis kah?"
"Apakah air mata bisa habis?"

Aku tidak pernah tahu kenangan bisa menguasaimu hingga sekuat ini.
Aku tidak pernah tahu kenangan bisa semenyesakkan ini.

Jadi aku pergi
dan tak kembali.
Kupikir hanya itu caranya
agar aku dapat berkata,
"Selamat tinggal, Masa Lalu."

)
    Casper

    Written by

    Casper

    A fallen tree in the middle of deserted forest