Terlalu Dalam
Aku pun menyadari bayangnya yang tak kunjung hilang dan rasa sakit yang demikian menyiksa ini bukan sekadar karena ini pertama kalinya aku menjalin hubungan. Melainkan perasaan yang kumiliki terhadapnya terlalu dalam. Aku jatuh terlalu dalam… dalam kasih sayangnya… dalam perasaanku. Sehingga sulit untuk keluar. Sehingga begitu jauh jalan yang harus kutempuh untuk merangkak keluar.
Dia adalah orang pertama yang memberiku perasaan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebuah kenyamanan yang tak kutemukan pada diri orang lain. Yang kusayangkan hanya mengapa kutemukan kenyamanan itu pada diri orang yang tak mungkin kumiliki. Orang yang begitu berbeda hingga aku tak melihat sebuah jembatan untuk menyatukan perbedaan ini.
Namun bila nanti mendapat kesempatan lagi dengan yang lain, aku akan tetap jatuh begitu dalam tanpa ragu. Karena seperti itulah seharusnya.
