Untuk Perempuan yang ada di sana

Hei ! Aku tak bisa mengatakan apa yang ku rasa . Jadi, menulis mungkin menjadi cara terbaik untuk menyampaikannya.

Ku hitung usia kita dulu. Aku lebih muda dan kau lebih tua. Yap 9 bulan. Tidak buruk. Karena usia bukanlah patokan siapa yang lebih dewasa.

Rasanya kita sudah sering berdebat , dari hal kecil maupun fatal.

Ku hitung, kita sudah tak berbincang sekadar chat di media sosial , bahkan berpapasan di tempat kuliah selama 9 hari (ku hitung sampai hari ini) . Wow , rekor baru lagi yang sebelumnya hanya 7 hari. Entah sebuah kebetulan atau sudah diatur (?) . Masih bentar segini mah hehe…

Biasanya , sudah kupanjatkan ucapan “manja” seperti kucing yang memelas pada tuannya . Tapi kali ini tidak . Enggan untuk berinisiasi sekedar “he” . Enggan pun untuk mencoba memikirkannya. Sebuah peristiwa yang tak lazim , tapi aku tak berani untuk menyimpulkannya.

Untuk kau yang sedang disana ,

Aku tahu kita sedang punya masalah yang begitu pelik di kehidupan masing-masing.

Aku tahu kau sayang dan nyaman padaku , harusnya aku pun begitu . Namun, untuk saat ini , aku tidak bisa memastikannya. Mungkin saat ini, kau tahu , aku ingin merenung. Mungkin aku butuh waktu untuk sendiri.

Asal kamu tahu , saat ini, aku sedang bermasalah dengan saudaraku , keluargaku , akademik , teman , angkatan , dan bahkan aku sedang mempertanyakan diriku mengapa aku berada di kampus tempat kita berada , mengapa aku berada di jurusan tempat yang sedang ku naungi.

Hehehe , sekali lagi , lemah sekali diri saya hanya dengan masalah itu saja…

Dan aku juga tidak bisa memastikan bahwa kita akan selalu bersama .

Maafkan atas kekhawatiranku yang seperti ini

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.