AKU

Belakang PTI menuju senja,

Dedaunan menari —mari diiringi syahdu petikan lembut dawai hembusan angin,

Sinar mentari mencari —cari celah ditengah rimbun dedaunan untuk mengecup manja rerumputan yang sedari tadi menggoda..

Ada dunia dibalik dunia sore itu..

Dua sejoli saling berpelukan diatas tunggangan roda dua , menikmati senja dengan saling membasuh rindu..

Canda tawa merambat dari balik jendela mobil avanza warna putih, menikmati senja dengan gurauan kenestapaan hidup..

Penjelajah literasi tenggelam dalam kesenyapan yang menyeruak lewat prosa, menikmati keterasingan bersama senja sore itu..

Aku dimana ,?

Dikolong langitkah ? Melebur bersama senja ?

Dibalik kertaskah ? Melebur bersama prosa?

Diatas roda duakah ? Melebur dalam keintiman ?

Aku, aku, aku siapa?

Kamu adalah realitas, bisik buku bersampul putih.

Kamu adalah ilusi, sanggah buku bersampul hitam.

Cukup !!!!!

Aku tak ada !!! Sembari mengada!!!

Aaaaahhh !!!

Senggamahi aku !! Ujar buku bersampul pelangi..

Kudapati diriku terjebak kata tak bermakna, orgasme yang mendatangkan candu..

Kedalaman yang tak asing lagi, pintu peradaban..

.

Mereka yang memandang dunia dengan hitam dan putih tak mampu menangkap keindahan senja..

.

Sial, sekali lagi,

Ini genjutsu ..

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.