Bangkit dari Krisis Visi

Diterjemahkan dari “How I Almost Quit” oleh John Piper di desiringGod.org

Apakah Anda sangat tidak bersemangat karena tidak tahu apa yang harus dilsayakan selanjutnya? Mungkin catatan Ps. John Piper dapat membantu Anda melewati keadaan krisis visi tersebut.

Kutipan berikut adalah dari jurnal tanggal 6 November 1986. Beliau telah menggembalakan gereja Bethlehem Baptist Church selama enam tahun saat itu dan ia terus menggembalakan gereja tersebut selama 33 tahun, hingga tahun 2013.

Intinya: Waspadalah terhadap menyerah terlalu cepat. Emosi kita bukanlah panduan yang dapat diandalkan.


Apakah saya sedang diserang oleh Iblis untuk meninggalkan posisi saya di Bethlehem? Atau ini adalah cara Allah agar saya mempertimbangkan pelayanan lain? Atau apakah ini cara Tuhan menjawab doa begitu banyak doa baru-baru ini, bahwa kita harus mencapai sebuah tujuan di Bethlehem, selain bangunan? Saya hanya sangat tidak suka untuk mempertimbangkan memimpin jemaat melalui program pembangunan. Selama dua tahun saya telah melakukan rapat selama ratusan jam bersama panitia. Saya pernah menulis sebuah puisi tentang hal itu. Itu mematikan untuk jiwa saya. Saya seorang pemikir. Seorang penulis. Seorang pengkhotbah. Penyair dan penulis lagu. Setidaknya ini adalah jalan-jalan cinta dan pelayanan dimana hatiku bertumbuh…

Bisakah saya menggembalakan sebuah gereja yang bergerak melalui program pembangunan? Ya, jika terdapat tekad besar dan indikasi yang jelas dari Allah bahwa ini adalah jalan sukacita terbesar di dalam Dia secara jangka panjang. Tapi sekarang saya sangat tidak merasa adanya indikasi tersebut. Dua tahun terakhir (panitia perencanaan dimulai pada Agustus 1984) telah membuat saya merasa sangat kosong.

Gereja ini sedang mencari sebuah visi untuk masa depan — dan saya tidak memilikinya.

Salah satu visi yang staf perhatikan selama retret hari Senin dan Selasa pekan ini (yaitu, bangunan kuil) sangat tidak menarik untuk saya hari ini, karena saya tidak melihat bagaimana saya bisa memberikan pimpinan dan inspirasi untuk itu.

Apakah ini berarti bahwa waktu saya di Bethlehem sudah berakhir? Apakah ini berarti bahwa ada sebuah alternatif radikal yang tak terduga? Apakah ini berarti bahwa saya hanya di lubang hari ini dan tidak mampu merasakan keindahan, kekuatan, sukacita, dan berbuahnya fasilitas dan pelayanan yang diperluas?

Ya Tuhan, tolong ampuni saya. Saya sangat tidak bersemangat. Saya begitu kosong. Saya merasa layaknya ada lawan di setiap sisi, bahkan ketika saya tahu bahwa kebanyakan orang mendukung saya. Saya begitu buta terhadap masa depan gereja. Oh Bapa, apakah saya buta karena masa depan saya tiada? Bahkan mungkin saya tidak akan hidup hingga akhir tahun dan Tuhan hendak menyelamatkan gereja dari beban tambahan di masa depan yang tidak dapat saya selesaikan?

Sejenakpun saya tidak meragukan kebaikan atau kekuasaan atau kemahakuasaan Allah dalam hidup saya atau dalam kehidupan gereja. Saya mengakui bahwa ini adalah masalah pribadi saya. Kelemahannya adalah dalam diri ini. Kebutaan ada di dalam mata saya. Dosa ini milik saya dan saya yang bersalah — oh, ungkapkan kepada saya kesalahan tersembunyi ini. Belas kasihani saya, Bapa. Ampuni saya. Saya harus berkhotbah pada hari Minggu dan saya hampir-hampir tidak dapat mengangkat kepala saya.


Kita hanya dapat berserah kepada Allah dalam segala kelemahan dan kekuatan kita. Kembalilah kepada takhta kasih karunia Allah, supaya kita menerima rahmat dan menemukan pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16). Percayalah bahwa Tuhan akan melindungi kita dan mengangkat kepala kita (Mazmur 3:3) untuk bangkit kembali.

Baca kembali surat cinta-Nya.

Berlututlah lagi.

Mari mencari wajah Tuhan sekali lagi…

saat ini juga.

Tuhan belum selesai dengan hidupmu.