Penyelidikan Akun Facebook

Teringat pertama kali aku mendengar situs jejaring sosial facebook di majalah PC Media di tahun 2007, Facebook saat itu sama sekali tidak dikenal kalangan muda di Indonesia sama sekali. Pemberitaan di majalah itu sedang mengulas keunggulan dan kekurangan Facebook dengan Friendster, yang saat itu nama Friendster sangat dikenal kalangan muda. Aku sendiri sempat ragu, tidak merasa memerlukan akun Facebook saat banyak orang menggunakannya di pertengahan tahun 2008. Banyak remaja mulai ramai menggunakannya sehari-hari dan kerap bertanya padaku “punya facebook ga?” “ga bikin facebook?” “kenapa ga punya facebook?.”

Ini agak mengganggu dan bikin kesal kadang, tapi jujur aku saat itu merasa bahwa facebook ini pasti diperlukan olehku, namun sekali lagi, aku saat itu baru saja pensiun sebagai gamer, bertekad tidak pernah lagi mencoba game online dan tidak pernah lagi merakit PC karena kedua kegiatan itu sudah benar-benar membuat kecanduan, menguras duit tanpa peduli hal prioritas lain. Tekadku untuk meninggalkan dunia gaming dan PC hardware membuatku tidak berminat untuk mengenal situs jejaring sosial dan tidak pernah yakin dari diriku akan bisa bijak menggunakan Facebook dan pasti kecanduan. Ya, memang saat facebook fenomenal sekali di Indonesia tahun 2008 dan puncaknya tahun 2010, banyak sekali berita yang menyorot Facebook sebagai media penyebab remaja menjadi anti-sosial, super narsis, alay, tempatnya bergosip sampai penyebab hancurnya hubungan rumah tangga. Sampai-sampai ada usulan fatwa Facebook “HARAM” ya, benar sekali! Ini pernah mencuat dan ramai dibicarakan karena banyak orang yang kecanduan dan dirugikan oleh Facebook awal-awal mewabah di tanah air ini.

Aku sendiri akhirnya membuat akun Facebook dan rutin menggunakannya bulan November tahun 2009. Aku merasa ada beberapa hal penting yang bisa kudapat dari Facebook, utamanya dalam menyalurkan minat dan bakat. Aku masih ingat saat itu aku sudah cukup selektif dan interogratif akan orang-orang di FB yang mengirimkan permintaan pertemanan padaku. Sekali lagi, aku merasa Facebook adalah tempat aku mengeksplorasi banyak ilmu pengetahuan, saat itu utamanya adalah tentang bahasa asing, segala hal yang berkaitan dengan Rusia, serta bahasa Mandarin. Saat itu teman-teman Facebook yang tidak pernah tatap muka satu-sama lain dan tidak kukenal sebelumnya kebanyakan hanya orang-orang yang berkaitan dengan minat, bakat dan tujuanku untuk menggunakan Facebook. Aku seringkali menanyakan kepada orang-orang yang mengirimkan permintaan pertemanan seperti ini “makasih udah add, kenal saya darimana?” karena saya rasa buat apa berteman di Facebook tapi tidak saling kenal.

Awal tahun 2010, orang asing yang mengirimkanku permintaan pertemanan, dia berasal dari Novosibirsk, Rusia. Orang ini benar-benar sopan dan bersahabat, dia bahkan langsung mengirimkan pesan menanyakan kabar, asal dan seperti apa Indonesia karena dia sangat tertarik. Orang ini salah satu teman pertamaku dari negara lain yang sangat enak diajak ngobrol banyak hal, terutama soal sejarah dan militer, karena dia memang punya ketertarikan di kedua bidang itu. Kami juga saling berbagi info menarik yang ada di negara kami berasal.

Ciri dari orang Rusia dari yang aku baca di berbagai buku, adalah pribadi yang rajin membaca, biasa berdebat, dingin, kurang ramah dan jarang tersenyum namun bila sudah mengenal dekat sangat ramah dan toleran. Sebagian besar stereotip yang ada di buku memang benar, ini bisa kulihat dari dia dan postingannya di FB. Sebagai orang Rusia pertama yang kukenal di Facebook, segala hal tentang Rusia kutanyakan darinya, dan gambaran tentang Rusia seperti apa kulihat dari fotonya di album FB. Ternyata dia orang yang sangat tertarik tentang sejarah militer, dan punya banyak teman yang berkaitan dengan bidang itu. Aku sangat bersyukur mengenal orang yang memiliki minat sama terkait sejarah dan militer. Saat itu aku memang pernah banyak membaca buku-buku sejarah perang dunia kedua, film-film dokumenter perang dan melahap materi dari majalah angkasa. Aku yang selama ini merasa obrolanku dengan orang lain tentang bidang tersebut tidak diladeni dan dikucilkan, sangat senang bisa mengenal teman dari Rusia yang juga menyenangi bidang yang kubaca.

Setelah lama mengenal orang ini, aku juga berteman dengan beberapa teman dia yang mengerti militer dan sejarah. Mereka berasal dari Polandia, Portugal dan AS. Dari mereka, banyak info-info menarik yang “ekstrim” seringkali kukritisi dan kuresapi hikmahnya. Facebook seringkali membuatku menjadi lalai dalam aktivitas lain yang prioritas, terutama saat aku asyik membaca artikel berita di halaman-halaman FB yang tidak biasa dan mengkritisi postingannya sampai berdebat tanpa akhir. Jujur saja, masalah sosial sering kudapat dari FB karena banyak mengenal orang-orang dengan pemikiran ekstrim seperti golongan Neo-Nazi, Islamofobik, Zionis, Ultranasionalis Korea, dll. Sebetulnya masalah dengan mereka sepele, namun karena pemikiranku juga kacau dan gampang terbawa harga diri dengan pemikiran sempit, seringkali apa yang mereka kemukakan ini masih terlintas di kepala dan ingin sekali mendebat balik pemikiran kacau mereka. Jujur, aku bukan orang yang gampang terima kekalahan dalam penyampaian pendapat.

Belakangan ini, mengenal banyak orang-orang dengan pemikiran yang tidak biasa membuatku lebih berpikiran terbuka, kritis dan berpikir banyak hal dalam sudut pandang yang berlainan. Tapi ini juga menjadikanku harus membatasi pergaulan di berbagai media sosial dan lebih selektif. Dalam benakku, aku memang terlalu “posesif” serta paranoid dalam hal berteman. Seringkali, orang yang baru kutambahkan di FB kuperiksa postingannya dari yang paling lama hingga yang baru, kuperiksa albumnya, infonya, halaman yang dilike-nya hingga akhirnya ada beberapa tips yang tidak sengaja kutemui untuk mengetahui detail aktivitas FB orang lain.

Pertama FB harus disetting dalam bahasa Inggris, kedua dalam kolom pencarian atau search kita dapat mengetikkan “photos liked by …..” atau “videos liked by…” dengan ini, kita dapat mengetahui aktivitas seseorang di FB berdasarkan foto dan video yang disukainya, sehingga kita dapat mengetahui cara berpikirnya dan kegemarannya apa lebih rinci.

Sayangnya, foto dan video yang dapat kita lihat hanya yang disetting memang terbuka dilihat untuk umum. Tapi setidaknya, dari cara ini, aku bisa lebih tahu aktivitas orang-orang di FB lebih rinci dan lebih mengenalnya bila memang sudah lama menjadi teman. Jangan heran dan jangan aneh bila aku tahu banyak kegiatan kalian di FB karena memang seringkali aku “kepo” terhadap teman-teman akrabku dengan menggunakan cara ini untuk mengetahui rinci kegiatan mereka, karena memang entah kenapa, sudah seperti hobiku untuk lebih mengenal orang lain dengan cara ini.

Hal yang ketiga kulakukan adalah mencari tahu friendship suatu user FB dengan user FB lain untuk mencari tahu sejauh mana mereka mengenal orang ini, dari kapan, dan apa saja yang dibicarakan di masing-masing halaman FB mereka. Cara ini kucari untuk mengetahui detail karakteristik orang ini bagaimana bertutur kata, kesamaan minat dan halaman dan berbagi info dengan orang lain. Sekali lagi, tidak usah heran dan merasa aneh dengan tindakanku ini, karena bagiku, ini cara tepat untuk tahu betul sifat asli orang yang bisa ditelusuri di FB tanpa bertatap muka.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Abdillah Adhi Sampurna’s story.