Di Bawah Kuasa Keraguan

Ada Dua Hati yang tak harus bertemu, namun ia terlanjur larut dalam takdir rasa. Tiada perbedaan antara usia dan umur. Ia ada dan menjiwai setiap nafas keheningan.


Satu diantara sekian kelemahan yang kumiliki ialah tak mampu untuk melupakanmu.

Tiada Kuasa yang mampu kutulis selain kerinduan dan harapan untuk bersama.


Lihatlah. Kopi itu Hitam, tapi ia mampu menerangi pikiran. Seperti melihat bayangan dari balik bayangan. Aku melihat sejauh kedalaman kegelapan. Dan mempertemukan berkah pada kegelisahan.


Aku mencintai setiap Kenangan buruk tentang dusta, dan segala kesukaran dalam menafsir perbedaan. Mempertanyakan Mengapa rasa itu hadir dan rumit menalar alur antara masa lalu dan masa kini.

Terkejut melihat masa depan dengan segala perubahan drastisnya.

Aku berubah, dan sikap tak sama seperti biasanya. Tiada rasa percaya dan meragukan segala yang ada. Mungkin kita tak bisa bergandengan kepercayaan lagi, karena kini jalanmu bukan jalanku.

Alangkah baiknya, jika kita jalani hidup masing-masing tanpa mempermasalahkan aku harus begini dan kamu harus begitu. Karena apapun yang terjadi semua adalah yang terbaik.

Namun aku tak ingin kehilangan, mencintaimu dari jarak yang terjauh adalah kewajiban. Ku kira begitu, dan adanya tetap sama.