Serba Salah, Tapi jangan Menyalahi

Karena kebenaran tak selamanya netral
Ada berbagai perubahan silih berganti
Yang memberi pemahaman baru
Tentang filosofi
Tanpa berharap pasti

Kita begitu mudah terlantar
Terbawa arus kepastian
Dengan dalih dan berbagai macam tawaran
Tergadai idealisme 
Lupa kesadaran

Kau ingin perubahan 
Kau mau ku seperti ini
Namun mereka menginginkanku tak seperti itu
Aku jadi serba salah
Kupahami bahwa hidup tak harus seperti itu
Dan tak harus seperti yang lain

Lalu aku bingung
Aku harus seperti apa
Kubuka lagi buku filsafat
Tentang idealisme dan nalar
Kulahap Beratus halaman

Aku semakin heran
Tak menemukan kepastian
Tapi aku tetap berpikir
Jangan salahkan aku
Dan jangan salahkan yang lain
Karena kita tak ingin salah
Dan tak ingin disalahkan

Namun apapun yang kita lakukan
Selalu ada kesalahan
Tak ada kesempurnaan
Dan ada kesalahan yang sempurna

Batinku semakin tertekan
Kulihat kopi menganggur 
Ku seduh
Kutengguk secangkir kopi itu
Terasa nikmat dalam kepahitan 
Tak perlu gula
Tak perlu susu
Karena hidup lebih manis dengan kepahitan 
Begitu kata para pecinta kopi
Sesempurna apapun kopi
Tetap ada pahitnya

Demam
Pilek
Aku lupa belum makan
Tak bisa ku tertidur 
Kupikirkan semuanya
Lagi-lagi aku tercengang
Sakit sakit sakit
Aku semakin ngedrop
Kepada apa aku melangkah 
Tubuhku seakan mati
Namun nalar semakin lasak
Satu persatu kisah dilewati
Dicerna nya yang tak tercerna

Aku terlalu dalam
Tuhan tolong aku
Padahal aku meragukan mu
Akankah kau mengabulkan 
Doa seorang hamba yang meragukan ini
Huuh
Jauh sudah pikiran
Melampaui tak terlampau
Tahankan
Aku harus tahankan
Dengan apa
Dengan sisa nafas

Diam-diam
Aku tak bisa diam memikirkannya 
Beribu perspektif
Kadang tak terkontrol

Aku terus berlari 
Habis lari
sedikit letih
Namun tetap tegak
berpacu dalam kegelisahan
Melawan ketakutan
dan jadilah tenang.

Rantauprapat